Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 Depok, Lima ASN Dinyatakan Positif Terinfeksi Corona

ASN yang terserang Covid-19 satu orang berkantor di Kecamatan Sukmajaya, satu orang di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dua orang di Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, dan Keluarga (DPAPMK), dan satu orang di Dinas Pendidikan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  10:42 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, DEPOK, Jabar - Kasus Covid-19 di Kota Depok, Jawa Barat, telah menyebabkan lima aparatur sipil negara di kota tersebut dinyatakan positif tertular.

Satu orang di antaranya sudah meninggal dunia, satu orang menjalani isolasi mandiri, dan tiga orang masih dirawat di rumah sakit.

Demikian penjelasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Kamis (27/8/2020). 

Menurut data Gugus Tugas, aparatur sipil negara yang terserang Covid-19 terdiri atas satu orang di Kantor Kecamatan Sukmajaya, satu orang di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dua orang di Kantor Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, dan Keluarga (DPAPMK), dan satu orang di Dinas Pendidikan.

"Kami langsung melakukan tracing (pelacakan), siapa saja yang melakukan kontak erat maka diminta melaporkan diri dan dilakukan rapid test dan swab test," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana.

Guna mencegah penularan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok sudah menutup sementara pelayanan di Kantor Kecamatan Sukmajaya selama satu minggu mulai 26 Agustus hingga 1 September 2020.

"Untuk layanan sementara dilakukan di kelurahan-kelurahan, untuk kecamatan saat ini tengah dilakukan juga swab test massal," kata Dadang.

Menurut Dadang, pejabat Kecamatan Sukmajaya yang tertular Covid-19 sudah menjalani prosedur karantina di rumah sakit dan pelacakan sudah dilakukan untuk mengetahui siapa saja yang pernah melakukan kontak dekat dengan pejabat tersebut.

"Kami lakukan observasi kepada seluruh staf di sana serta dilakukan rapid dan swab test terhadap mereka," katanya.

"Saat ini sudah dilakukan penyemprotan disinfektan oleh PMI dan Damkar, terus disterilisasi. Kami juga sudah berkoordinasi dengan BKPSDM terkait penutupan kantor selama satu minggu," tambah Dadang.

Dadang mengatakan penutupan Kantor Kecamatan Sukmajaya akan diperpanjang jika ada temuan kasus baru atau kondisi belum memungkinkan pembukaan kembali kegiatan pelayanan.

Selain menutup sementara Kantor Kecamatan Sukmajaya, pemerintah kota juga menutup sementara Kantor Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, dan Keluarga di kompleks Balai Kota Depok selama sepekan guna mencegah penularan Covid-19. Selama kantor tutup, para pegawai pemerintah diminta bekerja dari rumah.

Pemerintah kota mengerahkan petugas untuk memeriksa orang-orang yang melakukan kontak erat dengan dua pegawai DPAPMK yang tertular Covid-19 dari kerabat yang bekerja di Jakarta.

"ASN tersebut sedang melakukan isolasi mandiri," kata Dadang.

Ia menjelaskan bahwa penularan Covid-19 di Kantor Kecamatan Sukmajaya dan Kantor DPAPMK merupakan dua kasus berbeda yang tidak saling berkaitan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

depok covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top