Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonom : Perlu Waktu Pemulihan Ekonomi Setelah Vaksin Ditemukan

Jadi ini tergantung seberapa cepat dilakukan vaksin.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  00:10 WIB
Virus Corona Rusia yang dikembangkan oleh Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya. - Xinhua/RDIF Rusia
Virus Corona Rusia yang dikembangkan oleh Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya. - Xinhua/RDIF Rusia

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Iman Sugema mengatakan penemuan vaksin untuk pengobatan Covid-19 dapat memulihkan perekonomian Indonesia paling cepat pertengahan 2021.

Ia memproyeksikan kondisi tersebut dengan catatan penemuan vaksin terjadi pada awal 2021 karena obat tersebut merupakan kunci untuk menjawab segala persoalan ekonomi yang terdampak parah oleh pandemi ini.

"Jadi ini tergantung seberapa cepat dilakukan vaksin. Kalau itu selesai, maka perekonomian Indonesia akan melejit mulai pertengahan 2021," kata Iman dalam diskusi Indef di Jakarta, Selasa.

Iman memastikan adanya vaksin itu juga memberikan kepastian kepada pelaku usaha maupun industri untuk kembali mendorong produksi seiring dengan permintaan masyarakat yang mulai tumbuh kembali.

"Kalau penanganan Covid ini semakin lama terkatung-katung, maka semakin banyak perusahaan jadi korban dan membuat recovery semakin sulit," katanya.

Ia bahkan memperkirakan perekonomian apabila kondisi sudah pulih sepenuhnya, dapat tumbuh lebih tinggi dari periode 2019 yang tercatat sebesar 5,02 persen.

"Kalau pertengahan 2021 sudah selesai, aktivitas ekonomi akan berjalan seperti tidak ada apa-apa sebelumnya. Bahkan setelah 2021 akan melejit, berapapun asumsi akan bisa dicapai," kata Iman.

Sebelumnya Indef memperkirakan pencapaian kinerja perekonomian Indonesia pada 2021 sangat bergantung dari perbaikan yang dilakukan pada 2020.

Menurut paparan Indef, Indonesia tumbuh pada kisaran minus 0,53 persen hingga 0,14 persen pada akhir 2020 dengan catatan penyerapan belanja stimulus fiskal bisa mencapai minimal 60 persen.

Dengan penguatan pondasi tersebut, Indef menyakini skenario optimistis pertumbuhan ekonomi pada 2021 bisa mencapai 2,54 persen-3,77 persen, atau lebih rendah dari proyeksi pemerintah 4,5 persen-5,5 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top