Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

52 Kabupaten/Kota Zona Sedang Covid-19 Geser ke Risiko Rendah

Penentuan zona oleh Satgas Covid-19 menggunakan indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  19:05 WIB
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay - aww.
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay - aww.

Bisnis.com, JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat ada 52 kabupaten/kota yang berhasil bergeser dari zona risiko sedang ke risiko rendah.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menyebutkan bahwa kabupaten/kota yang berhasil menurunkan risikonya dari sedang ke rendah, antara lain Simeuleu, Toba Samosir, Kota Padang Sidimpuan, Kota Sawahlunto, Ogan Komering Ulu, Way Kanan, Bangka.

Selanjutnya ada Karimun, Sumedang, Bandung Barat, Magelang, Pekalongan Pemalang, Tegal, Gunungkidul, Pacitan, Lamongan, Kota Serang, Sumbawa Barat, dan Melawi.

“Proses perbaikannya terjadi, namun jumlah yang masuk dalam risiko sedang dan rendah masih tinggi. Risikonya bisa dikurangi dengan cara seluruh indikator yang ada kinerjanya ditingkatkan dengan testing sebanyak mungkin,” jelas Wiku, Selasa (25/8/2020).

Adapun, penentuan zona oleh Satgas Covid-19 menggunakan indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan. Indikator ini berbasis pada data pencatatan yang sumbernya dari data surveilans dan database rumah sakit Online dari Kementerian Kesehatan.

“Dari indikator tersebut dilakukan penghitungan dan skoring sehingga terbagi menjadi 4 warna zona yaitu zona risiko tinggi atau zona merah, risiko sedang atau oranye, risiko rendah atau kuning, dan tak mencatatkan kasus selama 4 minggu terakhir atau zona hijau,” jelasnya.

Wiku menyebutkan, warna yang ditentukan dipilih berdasarkan warna kebencanaan yang lazim digunakan untuk mengidentifikasi risiko wilayah seperti yang digunakan oleh BNPB. Adapun, indikator tersebut juga direkomendasikan oleh WHO.

“Penentuan zonasi ini adalah cara pemerintah untuk mengendalikan kasus berbasis pada pendataan wilayah masing-masing. Meskipun salah satu waranya hijau, tidak serta merta risikonya nol. Konteksnya pandemi di seluruh dunia, jadi di zona hijau tetap memiliki risiko dan untuk itu protokol kesehatan tetap harus ketat,” tegas Wiku.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top