Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Satgas Covid-19: Hanya Tersisa 30 Kabupaten/Kota Tak Terdampak

Pada awal pencatatan Covid-19 di Indonesia pada Mei lalu, jumlah kabupaten/kota yang tidak terdampak sebanyak 102 wilayah.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  18:35 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat saat ini kabupaten/kota yang tidak terdampak Covid-19 hanya tinggal 30.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pada awal pencatatan Covid-19 di Indonesia pada Mei lalu, jumlah kabupaten/kota yang tidak terdampak sebanyak 102. Sekarang, jumlahnya hanya tersisa 30 kabupaten/kota.

“Kami berharap daerah yang tidak terdampak bisa dijaga. Dan daerah berisiko tinggi, sedang, dan rendah bisa turun risikonya sampai tak ada kasus baru dan kesembuhannya tinggi,” kata Wiku, Selasa (25/8/2020).

Satgas Covid-19 mencatat saat ini ada 22 kabupaten/kota yang berisiko tinggi atau zona merah, 223 kabupaten/kota di risiko sedang atau zona oranye, 195 kabupaten/kota di risiko rendah atau zona kuning, dan 44 kabupaten/kota yang tidak mencatat kasus baru atau zona hijau.

Adapun, Wiku menyebutkan ada 17 kabupaten/kota yang bergeser dari zona risiko tinggi Covid-19 ke risiko sedang. Sementara yang bergeser dari risiko sedang ke rendah ada 52 kabupaten/kota.

“Proses perbaikannya terjadi, namun jumlah yang masuk dalam risiko sedang dan rendah masih tinggi. Risikonya bisa dikurangi dengan cara seluruh indikator yang ada kinerjanya ditingkatkan dengan testing sebanyak mungkin,” jelas Wiku.

Selain itu, Ada 52 kabupaten/kota yang bergeser dari risiko sedang ke rendah. Wiku menyebutkan hal itu merupakan salah satu prestasi bahwa kabupaten/kota ini telah berhasil menurunkan risiko.

Lebih lanjut, Wiku menyebutkan jumlah pemeriksaan dari waktu ke waktu berbeda-beda. Berdasarkan standar WHO seharusnya tes Covid-19 yang dilakukan sebanyak adalah 1:1.000 penduduk per pekan.

“Dan untuk Indonesia yang penduduknya 267,7 juta orang, targetnya 267.700 tes per minggu. Indonesia baru 35,6 persen dari standar WHO,” ungkap Wiku.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top