Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Israel Buka Peluang Damai dengan Lebih Banyak Negara Arab dan Muslim

Hal itu diungkapkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setelah melakukan normalisasi hubungan dengan Uni Emirat Arab, Kamis (13/8/2020).
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  03:20 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu - Reuters
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memastikan negaranya akan merealisasikan pemulihan hubungan dengan lebih banyak negara Arab dan Muslim setelah melakukan normalisasi relasi dengan Uni Emirat Arab.

Hal itu ditegaskannya dalam di akun resmi Twitter pribadinya, @netanyahu, Kamis (13/8/2020) malam waktu setempat atau Jumat (14/3/2020) dini hari WIB.

"Hari ini membuka era baru dalam hubungan Negara Israel dengan dunia Arab: kami telah memutuskan pembentukan perdamaian resmi dan lengkap antara Israel dan Uni Emirat Arab. Akan lebih banyak negara Arab dan Muslim bergabung dalam lingkaran perdamaian bersama kami," demikian cuitan Netanyahu.

Dalam unggahan lainnya di Twitter, PM Netanyahu menyebut pemulihan hubungan negaranya dengan Uni Emirat Arab pada hari Kamis (13/8/2020) sebagai hari bersejarah.

Seperti diketahui, Israel akhirnya mencapai kesepakatan dengan Uni Emirat Arab untuk memulihkan hubungan kedua negara. Normalisasi hubungan keduanya itu tercapai dengan difasilitasi oleh Amerika Serikat.

Pemulihan hubungan tersebut tertuang dalam pernyataan bersama yang merupakan hasil pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump, Benjamin Netanyahu dan Putera Mahkota Abu Dhabi Sheik Mohamed Bin Zayed.

Presiden AS Donald Trump, di akun Twitter @realDonaldTrump, mengunggah foto dokumen pernyataan bersama antara UEA dan Israel. "Pernyataan bersama Amerika Serikat, Israel dan Uni Emirat Arab," demikian cuitan Donald Trump.

Pernyataan bersama yang diterbitkan oleh Gedung Putih itu menyebutkan bahwa pemulihan hubungan tersebut akan bergema dan memberikan dampak bagi kondisi perdamaian di Timur Tengah.

“Terobosan diplomatik bersejarah ini akan memajukan perdamaian di kawasan Timur Tengah dan merupakan bukti diplomasi dan visi yang berani dari ketiga pemimpin dan keberanian Uni Emirat Arab dan Israel untuk memetakan jalan baru yang akan membuka potensi besar di wilayah,” demikian tertulis dalam pernyataan bersama tersebut.

Adapun dengan kesepakatan itu, UEA akan bergabung dengan Mesir dan Yordania dan menjadi satu-satunya negara Arab yang berhubungan normal sepenuhnya dengan Israel.

Pemulihan hubungan itu pun menandakan kedua negara tersebut akan saling mengirim duta besar dan membuka hubungan komersial yang lebih langsung.

Menurut pernyataan bersama tersebut, UEA dan Israel akan membuka berbagai pembicaraan bersama dalam beberapa minggu mendatang.

Selain itu, Israel juga setuju untuk menangguhkan upaya aneksasi untuk mendeklarasikan kedaulatan atas bagian Tepi Barat, Palestina.

Hal itu diakui Mohamed Bin Zayed melalui akun Twitter resminya, @MohamedBinZayed, Kamis (13/8/2020) malam WIB.

"Selama panggilan dengan Presiden Trump dan Perdana Menteri Netanyahu, kesepakatan dicapai untuk menghentikan aneksasi Israel lebih lanjut atas wilayah Palestina," demikian cuitannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat israel uea netanyahu
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top