Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Trump Membuat Sejarah, Mendamaikan Israel dan UEA Setelah 72 Tahun Bermusuhan

UEA akan bergabung dengan Mesir dan Yordania dan menjadi satu-satunya negara Arab yang berhubungan normal sepenuhnya dengan Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu./REUTERS-Ronen Zvulun
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu./REUTERS-Ronen Zvulun

Bisnis.com, JAKARTA - Normalisasi hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab akhirnya tercapai, Kamis (13/8/2020). Pemulihan hubungan antar-kedua negara itu difasilitasi oleh Amerika Serikat.

Langkah tersebut tertuang dalam pernyataan bersama yang dipublikasikan Presiden AS Donald Trump melalui akun resmi Twitter pribadinya.

"Pernyataan bersama Amerika Serikat, Israel dan Uni Emirat Arab," demikian cuitan Donald Trump di akun @realDonaldTrump.

Dalam foto pernyataan bersama itu terungkap bahwa kesepakatan itu merupakan hasil pembicaraan antara Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Putera Mahkiota Abu Dhabi Sheik Mohammed Bin Zayed.

Trump lebih lanjut menilai bahwa kesepakatan itu akan menjadi sejarah baru bagi perdamaian dunia.

"Terobosan besar hari ini! Perjanjian Perdamaian Bersejarah antara dua teman HEBAT kita, Israel dan Uni Emirat Arab!" demikian cuitannnya lagi.

Adapun dengan kesepakatan itu, seperti dilansir Bloomberg, UEA akan bergabung dengan Mesir dan Yordania dan menjadi satu-satunya negara Arab yang berhubungan normal sepenuhnya dengan Israel.

Pemulihan hubungan itu pun menandakan kedua negara tersebut akan saling mengirim duta besar dan membuka hubungan komersial yang lebih langsung.

Menurut pernyataan bersama tersebut, UEA dan Israel akan membuka berbagai pembicaraan bersama dalam beberapa minggu mendatang.

Selain itu, Israel juga setuju untuk menangguhkan upaya aneksasi untuk mendeklarasikan kedaulatan atas bagian Tepi Barat, Palestina.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyebutkan bahwa peristiwa itu sebagai hari bersejarah dan langkah maju yang signifikan untuk perdamaian di Timur Tengah. "Amerika Serikat berharap langkah berani ini akan menjadi hal yang pertama dalam serangkaian perjanjian yang mengakhiri 72 tahun permusuhan di kawasan itu," kata Pompeo.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper