Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

LPDP Mengakui Minta Veronica Koman Mengembalikan Dana Beasiswa

LDPD meminta Veronica Koman untuk mengembalikan seluruh dana beasiswa sebesar Rp773,8 juta.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  11:39 WIB
Veronica Koman / Twitter
Veronica Koman / Twitter

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membenarkan telah meminta Veronica Koman, pengacara hak asasi manusia untuk mengembalikan seluruh dana beasiswa sebesar Rp773,8 juta. Hal itu disampaikan oleh Direktur LPDP Rionald Silaban.

“Betul bahwa LPDP meminta Veronica Koman Liau untuk mengembalikan seluruh dana beasiswa yang sudah kami keluarkan,” kata Rionald kepada Tempo, Selasa, 11 Agustus 2020.

Rionald mengatakan, dalam kontrak beasiswa LPDP, penerima beasiswa yang kuliah di luar negeri harus kembali ke Indonesia setelah selesai studi. LPDP, kata Rionald, telah melalui serangkaian proses pemanggilan terhadap Veronica untuk mengingatkan kewajiban tersebut.

“Dan yang bersangkutan menolak untuk kembali ke Indonesia,” ujarnya.

Adapun, Veronica membantah tudingan mengabaikan kewajiban tersebut. Dalam pernyataan tertulisnya, Veronica mengatakan bahwa ia kembali ke Indonesia pada September 2018 setelah menyelesaikan program Master of Laws di Australian National University.

Pada Oktober 2018, Veronica mengatakan dirinya melakukan advokasi HAM, termasuk mengabdi di Perkumpulan Advokat Hak Asasi Manusia untuk Papua (PAHAM Papua) yang berbasis di Jayapura. Selanjutnya, dia ke Swiss untuk melakukan advokasi di PBB pada Maret 2019 dan kembali ke Indonesia setelahnya.

Veronica juga memberi bantuan hukum pro-bono kepada para aktivis Papua pada 3 kasus pengadilan yang berbeda di Timika sejak April - Mei 2019. Setelah itu, dia berkunjung ke Australia dengan menggunakan visa tiga bulan untuk menghadiri wisuda pada Juli 2019.

“Ketika berada di Australia pada Agustus 2019, saya dipanggil oleh kepolisian Indonesia dan berikutnya saya ditempatkan dalam daftar pencarian orang (DPO) pada September 2019,” ujarnya.

Pada Agustus - September 2019, Veronica mengatakan tetap bersuara melawan narasi yang dibuat aparat ketika internet dimatikan di Papua. Selama itu pula dia mengaku menerima ancaman mati dan diperkosa. Juga menjadi sasaran misinformasi online.

Menurut Veronica, Kementerian Keuangan telah mengabaikan fakta bahwa dia telah kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studinya dengan beasiswa LPDP.

Dia juga menilai Kemenkeu mengabaikan fakta bahwa dia telah menunjukkan keinginan kembali ke Indonesia apabila tidak sedang mengalami ancaman yang membahayakan keselamatan dirinya.

Adapun, berita mengenai LPDP yang meminta Veronica Koman untuk mengembalikan seluruh biaya beasiswanya ini ramai diperbincangkan warganet hingga menjadi topik yang sedang tren di sosial media twitter.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lpdp veronica koman

Sumber : Tempo.Co

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top