Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BMKG: Masih Terus Terjadi Gempa Susulan di Sumba Barat Daya

Dari ratusan gempa susulan yang terjadi pascagempa di Sumba Barat Daya sepekan lalu, tercatat tujuh kali gempa bumi yang dirasakan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  08:19 WIB
Grafik hasil pencatatan seismometer/seismograf, alat pencatat besaran gempa bumi. - Reuters
Grafik hasil pencatatan seismometer/seismograf, alat pencatat besaran gempa bumi. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pascagempa bermagnitudo 5,5 yang mengguncang Sumba Barat Daya pada Rabu (5/8/2020), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa susulan masih terus terjadi hingga saat ini.

"Hingga Selasa pagi tercatat sudah 380 kali gempa susulan yang terjadi," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Dari ratusan gempa susulan yang terjadi pascagempa sepekan lalu, tercatat tujuh kali gempa bumi yang dirasakan.

BMKG juga mencatat gempa susulan terbanyak terjadi pada Minggu (9/8/2020) yaitu sebanyak 136 kali dengan perincian gempa susulan yang terjadi yaitu Rabu (5/8/2020) terjadi sebanyak 46 gempa, Kamis (6/8/2020) terjadi sebanyak 37 gempa, Jumat (7/8/2020) terjadi sebanyak 15 gempa, Sabtu (8/8/2020) terjadi sebanyak 82 gempa.

Kemudian, pada Senin (10/8/2020) terjadi 45 kali gempa dan pada Selasa (11/8/2020) pagi tercatat baru terjadi 19 kali gempa susulan.

Gempa Sumba Barat Daya yang terjadi pada Rabu (5/8/2020) pukul 15.27 WIB terletak pada koordinat 9,89 LS dan 119,12 BT tepatnya berlokasi di laut pada jarak 30 km arah Barat Daya Wanokaka Kabupaten Sumba Barat, NTT, pada kedalaman 10 km.

Guncangan gempa dirasakan di Tambolaka, Waingapu, Waikakubak, Waitabula, bahkan hingga Bima Nusa Tenggara Barat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa BMKG

Sumber : Antara

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top