Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hadi Pranoto Klaim 'Obat' Corona Temuannya Sudah Dapat Izin BPOM

Izin yang didaftarkan oleh PT Sarana Mandiri Semesta ke BPOM tidak disebutkan fungsi obat herbal yang dimaksud mampu mengobati Covid-19.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  19:14 WIB
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan uji lab obat herbal dari daun ketepeng dan benalu bermarga dendroptoe untuk penyembuhan Covid-19 di Lab Cara Pembuatan Obat Tradisional Baik (CPOTB) Pusat Penelitian Kimia LIPI, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA - Muhammad Iqbal
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan uji lab obat herbal dari daun ketepeng dan benalu bermarga dendroptoe untuk penyembuhan Covid-19 di Lab Cara Pembuatan Obat Tradisional Baik (CPOTB) Pusat Penelitian Kimia LIPI, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA - Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA - Hadi Pranoto mengklaim 'obat' Covid-19 berupa jamu yang ditemukannya sudah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Jadi kita sudah ada izin dari BPOM. Dikeluarkannya itu tanggal 14 April 2020," kata Hadi seperti dikutip dari tayangan langsung KompasTV, Senin (3/8/2020).

Lebih lanjut, Hadi juga menyampaikan bahwa di dalam izin yang didaftarkan oleh PT Sarana Mandiri Semesta tersebut tidak disebutkan fungsi obat herbal yang dimaksud mampu mengobati Covid-19.

Namun, dia menegaskan bahwa formula herbal bisa digunakan sebagai terapi pasien Covid-19 yang berujung pada kesembuhan pasien.

Hadi pun bersikukuh berprinsip bahwa di tengah kondisi darurat kesehatan, semua produk baik obat, jamu, dan yang lainnya, bisa digunakan asalkan memberikan kebaikan pada kesehatan masyarakat, terutama yang terinfeksi Covid-19.

Namun, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Hermawan Saputra menilai bahwa apapun bentuk produknya jika berkaitan dengan kesehatan, wajib melewati seluruh tahapan pengujian, khusunya uji klinis.

"Level kepercayaan dan kehati-hatian dalam obat menyangkut jiwa dan nyawa manusia, maka 99,9 persen harus valid dan itu harus melewati serangkaian tahap yang luar biasa," ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengimbau agar klaim terkait obat atau vaksin Covid-19 tidak boleh sembarangan karena sangat sensitif bagi masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPOM Virus Corona covid-19 Obat Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top