Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jenazah Gus Im Dimakamkan di Kompleks Ponpes Denanyar, Jombang

KH Hasyim Wahid, adik Gus Dur, wafat di usia 67 tahun. Almarhum sempat dirawat selama 2 pekan di rumah sakit akibat sakit komplikasi ginjal.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Agustus 2020  |  14:57 WIB
Ucapan bela sungkawa dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas berpulangnya KH Hasyim Wahid, adik Gus Dur, yang berpulang Sabtu (1/8/2020) dini hari - Twitter/@KhofifahIP
Ucapan bela sungkawa dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas berpulangnya KH Hasyim Wahid, adik Gus Dur, yang berpulang Sabtu (1/8/2020) dini hari - Twitter/@KhofifahIP

Bisnis.com, JAKARTA - KH Hasyim Wahid, adik bungsu Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2020) dini hari di RS Mayapada, Jakarta.

Jenazah sosok yang akrab disapa Gus Im diberangkatkan menuju Pondok Pesantren Denanyar, Jombang lewat jalur darat, Sabtu (1/8/2020) siang.

Almarhum dibawa pukul 11.11 WIB menggunakan mobil jenazah dengan nomor registrasi B 1377 TYC usai dishalatkan di Masjid Jami’ Al Munawwaroh Ciganjur, Jakarta Selatan.

Jenazah Gus Im akan dimakamkan di makam keluarga di kompleks Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar KH Abdussalam Sohib mengatakan bahwa KH Hasyim Wahid, yang biasa disapa Gus Im, semasa hidup berpesan agar dimakamkan di dekat makam kakeknya, KH Bisri Syansuri, di kompleks Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar.

"Kami sudah koordinasi dengan keluarga. Untuk jadwal juga sudah kami terima. Ini sesuai permintaan Beliau," kata KH Abdussalam Sohib atau Gus Salam di Jombang, Sabtu (1/8/2020).

Hasyim Wahid atau akrab disapa Gus Im merupakan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama, Hasyim Asy’ari. Dia merupakan adik dari Gus Dur dan Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.

Gus Im pernah berkarir di bidang pemerintahan pada era Presiden Gus Dur. Ia pernah menjadi konsultan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), yang kerap menghadapi debitur bandel.

Sejak menjadi konsultan BPPN, dia mampu menarik nama-nama sulit ke BPPN sembari menenteng data perusahaan mereka, di antaranya Tommy Winata, Bambang Trihatmodjo, dan Tommy Soeharto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

meninggal nahdlatul ulama gus dur

Sumber : Antara

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top