Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terjerat Utang, Argentina Minta Bantuan IMF

IMF telah menyiapkan program pinjaman kepada Argentina sebesar US$ 56 miliar yang disepakati pada pemerintahan sebelumnya.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  08:30 WIB
Kawasan Plaza de Mayo, pusat kota Buenos Aires, Argentina. - Bloomberg
Kawasan Plaza de Mayo, pusat kota Buenos Aires, Argentina. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Argentina akan berupaya untuk mencari bantuan dari International Monetary Fund (IMF) setelah negosiasi dengan para kreditur terkait restrukturisasi utang senilai US$65 miliar rampung.

Menurut Menteri Perekonomian Argentina Martin Guzman, upaya tersebut akan dilakukan terlepas dari hasil perundingan dengan sejumlah kelompok pemegang obligasi tersebut.

"Setelah restrukturisasi utang usai, kami akan meminta  program pinjaman baru kepada IMF untuk menggantikan program sebelumnya yang tidak berjalan," katanya dikutip dari Bloomberg , Rabu (29/7/2020).

Saat ini, IMF telah menyiapkan program pinjaman kepada Argentina sebesar US$ 56 miliar yang disepakati pada pemerintahan sebelumnya. Adapun pemerintah Argentina saat ini berencana untuk meningkatkan penghasilan pajak dan menekan defisit fiskal.

"Tetapi, karena pandemi global, upaya ini akan berjalan lebih lamban dari perkiraan sebelumnya. Laju konsolidasi fiskal harus berjalan dengan optimal agar pemulihan ekonomi dapat terjadi," ujar Guzman.

Sementara itu, negosiasi restrukturisasi utang dengan sejumlah kreditur masih terus berlangsung. Sebelumnya, sejumlah kelompok kreditur bergabung dan meminta net present value sebesar 3 sen per dollar AS, atau diatas penawaran pemerintah Argentina sebesar 53 sen per dollar AS.

Sebelumnya, sebanyak 30 kreditur mengirimkan surat kepada Menteri Perekonomian Argentina Martin Guzman. Surat tersebut berisi harapan agar negosiasi restrukturisasi tetap terus berjalan. Adapun pemerintah menetapkan tenggat waktu jawaban dari para kreditur hingga 4 Agustus mendatang.

Surat tersebut ditandatangani sejumlah perusahaan investasi besar dunia seperti BlackRock Inc, VR Capital, Bluebay Asset Management, Fidelity Management & Research, Amundi Asset Management, GoldenTree Asset Management dan Welllington Management Company.

Para kreditur tersebut juga merupakan anggota sejumlah kelompok pemegang obligasi Argentina seperti Ad Hoc Bondholder Group, Exchange Bondholder Group, dan Argentina Creditor Committee.

"Kami telah mencapai posisi dimana penawaran tersebut merupakan yang terbaik yang dapat ditawarkan oleh pemerintah Argentina," ujar Guzman.

Guzman melanjutkan, pemerintah Argentina kemungkinan tidak akan menerbitkan obligasi berdenominasi mata uang asing dalam waktu yang lama apapun kesepakatan yang dicapai dengan kelompok kreditur tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

argentina
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top