Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 Bikin Kriteria Orang Kaya di Mata Warga AS Menurun

Kini seseorang layak disebut kaya bila punya harta minimal US$ 2 juta, turun ketimbang standar minimal US$ 2,6 juta pada Januari 2020.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  19:34 WIB
Suasana di California, Amerika Serikat, pada 22 Juni 2020. Sebagian orang tidak mengenakan masker meskipun negara itu masih didera pandemi Covid-19./Antara - Reuters
Suasana di California, Amerika Serikat, pada 22 Juni 2020. Sebagian orang tidak mengenakan masker meskipun negara itu masih didera pandemi Covid-19./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pukulan ekonomi akibat Covid-19 membuat warga AS menurunkan kriteria ukuran orang kaya di mata mereka. Setidaknya hal tersebut tampak dari hasil riset yang dipublikasikan lembaga Charles Swab, Senin (27/7/2020).

Riset itu menyimpulkan kini rata-rata orang AS menilai seseorang bisa disebut kaya bila punya uang minimal US$ 2 juta. Angka ini menurun ketimbang survei pada Januari 2020, yang menyimpulkan bahwa untuk disebut kaya seseorang harus punya duit minimal US$ 2,6 juta.

Standar US$ 2 juta ini juga lebih rendah dari batasan pada survei di tahun 2017, 2018, dan 2019 yang selalu memunculkan angka USS 2,4 juta.

Survei dilakukan Charles Swab dengan metode wawancara terhadap 1.000 orang perwakilan warga AS dari tiga generasi, yakni boomer, generasi X, serta generasi milenial.

Bila dijabarkan lebih jauh lagi, masing-masing generasi punya kriteria berbeda. Milenial misal, cenderung menganggap USS 1,7 juta adalah batas minimal seseorang bisa disebut kaya. Sedangkan rata-rata kalangan generasi X dan boomer memunculkan angka masing-masing US$ 2,1 dan US$ 2,2 juta.

Biasanya, Charles Swab melakukan survei semacam ini tiga kali dalam setahun. Bukan tidak mungkin standar orang kaya di mata warga AS bakal menurun lagi bila tren lonjakan kasus harian Covid-19 di Negeri Paman Sam tak kunjung bisa ditekan.

Sebagai catatan, mengacu data Johns Hopkins University per Senin (27/7) petang jumlah kasus positif Covid-19 di AS telah mencapai 4,31 juta. Sebanyak 1,3 juta orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan 149.000 korban meninggal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat covid-19 pandemi corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Herdanang Ahmad Fauzan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top