Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasien Ini Dianggap Kabur dari RSD Wisma Atlet, Begini Faktanya

Pihak Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran memaparkan duduk perkara sebenarnya soal kabar pasien Covid-19 kabur dari perawatan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Juli 2020  |  18:25 WIB
Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). - Antara
Petugas medis memeriksa kesiapan alat di ruang ICU Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang pasien yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran sempat dikabarkan kabur.

Koordinator Operasional RSD Wisma Atlet Kemayoran Kolonel Corps Kesehatan Militer (CKM) dr. Stevanus Doni mengklarifikasi informasi tersebut.

Disebutkan Doni, pasien Covid-19 bernama Suyanto tidak kabur dari perawatan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat pada Sabtu (25/7/2020) .

Doni menyebutkan pasien tersebut telah meminta izin untuk melaksanakan isolasi mandiri. Sayangnya, belum selesai proses administrasi yang seharusnya dilewati di RSD Wisma Atlet, pasien tersebut sudah meninggalkan rumah sakit.

"Berkaitan dengan Suyanto, sebenarnya sudah konfirmasi terlebih dahulu ke bagian keperawatan dan sedang diproses tentang administrasinya," ujar Doni.

Namun karena ketidaktahuan pasien yang tidak sabar menunggu proses administrasi, yang bersangkutan meninggalkan rumah sakit.

Hal itu dipaparkan Doni dalam pernyataan tertulis yang diterima d Jakarta, Minggu (26/7/2020).

Sebelumnya, pernyataan tertulis yang beredar ke sejumlah media melaporkan bahwa satu pasien diduga kabur dari RSD Wisma Atlet Kemayoran, Sabtu (25/7/2020).

"(Pasien) Atas nama Suyanto, laki-laki, 39 tahun," kata Perwira Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) Kolonel Marinir Aris Mudian, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta.

Terkait kejadian itu, dijelaskan Doni bahwa sebetulnya ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi saat pasien Covid-19 ingin melaksanakan isolasi mandiri atau pindah rujukan ke RS lain.

Syarat itu antara lain, surat persetujuan dari dokter yang menangani hingga hasil penelusuran tim psikologi klinis RSD Wisma Atlet untuk mendapat persetujuan dari lingkungan tempat tinggal.

"Harus memenuhi kriteria di antaranya administrasi persetujuan dari dokter yang menangani atau DPJP-nya [dokter penanggung jawab pasien], tim psikologi klinis RSD Wisma Atlet untuk dilakukan edukasi dan tim pengawas (surveilance) guna dilakukan penelusuran melalui Dinkes tempat domisili pasien untuk mendapatkan surat dari RT/RW tentang kesediaan warga setempat menerima kembali pasien dalam lingkungan tempat tinggal," ujar Doni.

Doni mengatakan sebenarnya persyaratan Suyanto untuk melaksanakan isolasi mandiri sedang diproses oleh pihak RSD Wisma Atlet. Namun, Suyanto tidak sabar dan pergi meninggalkan RSD Wisma Atlet.

Doni mengatakan pihak rumah sakit pun langsung melakukan pengecekan dan mendapati Suyanto sudah pulang ke rumah di suatu Apartemen di Kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Dia menyebut saat ini Suyanto tengah mengajukan pemindahan isolasi ke RS Gading Pluit kepada Ketua RW setempat.

"Bila pasien yang minta untuk dirujuk ke rumah sakit selain RSD Wisma Atlet sebenarnya mudah, nanti akan diberikan surat rujukan rumah sakit yang dituju. Aturan untuk keluar pasien dari RSD Wisma Atlet sudah ditentukan yaitu pada pukul 10.00 dan pukul 17.00 WIB setiap harinya," kata Doni.

Suyanto masuk ke RSD Wisma Atlet pada 21 juli 2020. Ia ditempatkan di Lantai 32 kamar 19. Karena kurang mengerti tentang prosedur rujukan, Suyanto memilih mendahului keluar rumah sakit pada tanggal 25 Juli 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

WISMA ATLET covid-19

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top