Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Program Organisasi Penggerak Dievaluasi, Mendikbud: Pemenang Jangan Khawatir

Ada tiga parameter yang akan dievaluasi yakni proses seleksi dan verifikasi dengan akuntabilitas terbaik; verifikasi setiap organisasi penggerak; dan setiap program organisasi penggerak bisa dilaksanakan di masa pandemi Covid-19.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  21:42 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. - Istimewa
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim meminta para organisasi penggerak yang lolos dalam seleksi Program Organisasi Penggerak (POP) untuk tidak khawatir dengan dilakukannya evaluasi terhadap program tersebut.

"Jangan khawatir bagi yang sudah lulus seleksi, ini [evaluasi] hanya akan memperkuat pada saat pelaksanaan. Tapi sebelum kita melaksanakan sangat penting untuk kita melakukan proses evaluasi ini untuk mendapatkan perspektif dari berbagai macam stakeholder," ujarnya dalam Taklimat Media: Informasi Terbaru Program Organisasi Penggerak, Jumat (24/7/2020).

Lebih lanjut, terdapat tiga parameter yang akan dievaluasi yakni proses seleksi dan verifikasi dengan akuntabilitas terbaik; verifikasi setiap organisasi penggerak; dan setiap program organisasi penggerak bisa dilaksanakan di masa pandemi Covid-19.

Kemudian, ealuasi akan dilakukan selama sekitar 3-4 minggu dan akan melibatkan banyak pihak seperti sejumlah lembaga pemerintahan, organisasi masyarakat di bidang pendidikan, dan pakar-pakar pendidikan.

Untuk diketahui dari sekitar 4.400 organisasi penggerak yang teregistrasi di dalam program POP, diketahui hanya sekitar 158 organisasi penggerak yang lolos atau terpilih.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendikbud Nadiem Makarim
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top