Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Pemerkosaan Berkelompok, Polisi Tangkap Tujuh Remaja

Korban dicekoki minuman berlakohol dan obat terlarang dosis tinggi sebelum menjadi pelampiasan tujuh pelaku.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  14:19 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, CIANJUR - Kepolisian Cianjur, Jawa Barat, mengungkap kasus pemerkosaan berkelompok atau gang rape.

Polisi menangkap tujuh remaja pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur warga Kecamatan Agrabinta, Cianjur.

Mereka melakukan aksinya dengan terlebih daulu mencekoki korban MC, 15, dengan minuman beralkohol. Akibatnya, korban harus dirawat intensif di puskesmas setempat.

Kepala Polsek Agrabinta AKP Ipid A Saputra, Kamis (23/7/2020), mengatakan, kasus pemerkosaan terhadap MC berawal dari laporan orangtuanya yang mendapati anaknya tidak sadarkan diri dan muntah darah setelah diantarkan beberapa orang warga.

"Pihak keluarga mendapat informasi dari korban dicekoki minuman keras dan obat terlarang, hingga diperkosa secara bergantian tujuh pelaku. Atas dasar tersebut pihak keluarga melaporkan hal tersebut ke Markas Polsek Agrabinta. Kami langsung menyebar anggota untuk menangkap pelaku yang sebagian besar masih di bawah umur," kata Ipid.

Ketujuh pelaku berinisial DD, SP, ABD, DN, KP, YD, dan RN ditangkap Satreskrim Polsek Agrabinta di rumah orangtuanya masing-masing tanpa perlawanan.

Ketujuh remaja itu langsung digelandang ke Markas Polsek Agrabinta untuk mempertangungjawabkan perbuatannya.

Berdasarkan keterangan di hadapan petugas, MC pertama kali dijemput SP di rumahnya dan langsung diajak ke warung di pinggir pantai, di sana komplotan pelaku lain sudah menunggu.

MC dicekoki minuman keras dan dipaksa meminum obat terlarang dosis tinggi, hingga dia tidak sadarkan diri.

Saat itulah kelompok ini melampiaskan nafsu bejatnya secara bergiliran. Korban lantas ditinggalkan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Korban yang ditemukan warga sekitar, lantas dibawa pulang ke rumah orangtuanya.

"MC sempat muntah darah dan dirawat di Puskesmas Agrabinta," kata Saputra.

Dari kasus itu, dia mengimbau, pentingnya perhatian dan pengawasan orangtua terhadap anak.

"Perhatian dan pengawasan orangtua terhadap anak harus ditingkatkan agar anak tidak salah pergaulan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Menurut Wikipedia, pemerkosaan berkelompok terjadi saat sekelompok orang ikut dalam pemerkosaan korban tunggal. Pemerkosaan yang melibatkan sekitar dua tersangka atau lebih (biasanya sekitar tiga orang) dikabarkan terjadi di seluruh dunia.

Satu studi menunjukkan bahwa para tersangka dan korban insiden pemerkosaan berkelompok berusia muda dengan kemungkinan besar pengangguran.

Pemerkosaan berkelompok meliputi penggunaan narkoba dan alkohol, serangan malam, dan serangan seksual yang dikarenakan kurangnya kekuatan atau senjata dari korban pemerkosaan.

Studi lainnya menemukan bahwa serangan seksual berkelompok lebih keras dan memiliki kekuatan yang lebih besar terhadap korban ketimbang serangan seksual individual.

Korban serangan seksual berkelompok akan lebih membutuhkan layanan penanggulangan krisis dan polisi, melakukan bunuh diri dan mencari psikoterapi ketimbang orang-orang yang terlibat dalam serangan individual.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemerkosaan
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top