Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir? Ini Jawaban Profesor Wiku

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito menerangkan, bagi pasien positif Virus Corona yang sudah tertular lalu sembuh bisa berpotensi tidak tertular lagi.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  16:15 WIB
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito berpose usai memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/7/2020). Pemerintah resmi menunjuk Wiku Adisasmito menjadi juru bicara pemerintah menggantikan Achmad Yurianto. ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Merayakan Hari Anak Nasional 2020, Satuan Tugas Covid-19 menjawab pertanyaan anak-anak Indonesia terkait dengan Covid-19, termasuk soal pasien Covid-19 yang sembuh bisa terjangkit lagi atau tidak.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito menerangkan, bagi pasien positif Virus Corona yang sudah tertular lalu sembuh bisa berpotensi tidak tertular lagi.

“Kalau sudah pernah tertular dan sembuh, tidak bisa tertular lagi asal dalam kondisi fisik yang prima terus. Kalau sempat sakit harus cepat-cepat jadi sehat, banyak olahraga, aktivitas fisik, gizi yang baik sehingga tetap sehat,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan anak-anak Indonesia tentang kapan pandemi Covid-19 selesai, Wiku mengatakan bahwa tidak ada yang tau kapan berakhir.

Tapi, karena sudah tahu cara virusnya menular dan cara mencegahnya diharapkan semua bisa terbebas dari infeksi Virus Corona.

“Kalau mau bebas dari Covid-19 kita harus berubah perilaku dengan menjalankan protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan. Kalau semua di rumah melakukan itu harusnya virusnya akan frustasi dan nggak bisa menularkan lagi,” ujarnya.

Pasalnya, akibat pandemi ini yang tak kunjung usai ini, anak-anak Indonesia juga tak bisa pergi ke sekolah agar tidak menjadi penyebab penularan virus, padahal sudah bosan di rumah, jenuh, dan merindukan teman-teman.

Deputi Perlindungan Anak KPPPA Ciput Eka Purwianti mengatakan, sesuai dengan SKB 4 menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri, semua anak-anak akan mulai sekolah, kalau sekolahnya ada di zona hijau.

“Itu pun tetap harus memperhatikan protokol yang ada checklist-nya harus dipenuhi Pemda untuk memastikan sekolah siap. Sekolah yang dibuka nantinya juga harus dimulai dari tingkat SMA, dan tidak 100 persen siswa masuk,” ungkapnya.

Adapun, jika nanti sudah dibuka, selama 2 bulan akan ada masa transisi untuk dilihat apakah kondisinya bisa lancar, ataukah harus dihentikan.

“Jadi bersabar dulu, semua memikirkan yang terbaik untuk anak-anak. Karena selain menjaga kesehatan adik-adik ada bapak ibu guru dan keluarganya yang harus dijaga dan tenaga kependidikan lainnya,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hari anak nasonal Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top