Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Moody : Industri Penerbangan Baru Pulih pada 2023

Industri maskapai penerbangan berkontribusi mencapai 3 persen terhadap produk domestik bruto dunia pada tahun lalu.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  13:28 WIB
Sejumlah pesawat terparkir di bandara. (Bloomberg)
Sejumlah pesawat terparkir di bandara. (Bloomberg)

Bisnis.com, JAKARTAMoody’s Investors Service memperkirakan jumlah penumpang maskapai global tidak akan kembali ke level pra-virus Corona setidaknya hingga 2023.

Dilansir Bloomberg, Jumat (17/7/2020), permintaan maskapai global yang masih rendah tersebut akan berpengaruh terhadap pemulihan maskapai penerbangan dan bandara. Dalam analisis tersebut, produsen pesawat misalnya Boeing Co. and Airbus SE akan menjadi pihak terakhir yang bakal pulih saat industri perjalanan mulai stabil.

Laporan Moody’s Investors Service menyatakan permintaan melorot lebih dari 90 persen akibat pandemi Covid-19 yang berimplikasi terhadap ekonomi global. Industri maskapai penerbangan berkontribusi mencapai 3 persen terhadap produk domestik bruto global pada tahun lalu.

Moody pun mengemukakan kunci pemulihan sektor ini terletak pada penemuan vaksin untuk Covid-19. Sementara itu, pemerintah diperkirakan bakal terus memberikan dukungan stimulus bagi industri ini untuk bertahan hidup.

“Ketika vaksin kemungkinan tidak akan ada sebelum 2021, dan kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama hingga vaksin bisa mengatasi potensi mutasi virus, dukungan tambahan dari pemerintah masih dibutuhkan,” dikutip dari laporan itu.

Laporan ini juga mengindikasikan adanya perubahan terhadap perjalanan jarak jauh. Hal in ditunjukkan dengan beberapa maskapai yang memperluas operasi point to point dan yang lainnya beralih ke penerbangan hub to hub, atau mengandalkan mitra kerja sama untuk menyelesaikan perjalanan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri penerbangan moody's investors service covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top