Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Catat! Ini Protokol Covid-19 Saat Naik Kendaraan Umum

Setidaknya terdapat sejumlah aturan yang perlu dilakukan untuk menghindari penularan virus corona (Covid-19). Selain menggunakan masker dan alat pelindung lainnya, masyarakat juga dianjurkan menjaga jarak serta tidak makan dan minum sembarangan.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 14 Juli 2020  |  17:15 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto memberikan update data virus corona (Covid-19) di Indonesia dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Minggu (24/5/2020) - Dok./Gugus Tugas Covid/19
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto memberikan update data virus corona (Covid-19) di Indonesia dalam konferensi pers dari Graha BNPB, Minggu (24/5/2020) - Dok./Gugus Tugas Covid/19

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah terkait Covid-19 Achmad Yurianto meminta masyarakat memperhatikan protokol kesehatan dengan ketat saat berada di dalam transportasi umum, khususnya jelang penerapan normal baru (new normal). 

Setidaknya terdapat sejumlah aturan yang perlu dilakukan untuk menghindari penularan virus corona (Covid-19). Selain menggunakan masker dan alat pelindung lainnya, masyarakat juga dianjurkan menjaga jarak serta tidak makan dan minum sembarangan.

“[Aturannya masyarakat] Tidak berbicara, makan, dan minum di dalam kendaraan umum atau di dalam kereta. Ini menjadi permasalahan, kita patuhi betul penggunaan masker yang baik yang benar,” katanya saat konferensi pers, Selasa (14/7/2020).

Dia menuturkan protokol penumpang dilarang berbicara sejatinya telah diterapkan oleh PT Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta. Masyarakat juga dilarang untuk menggunakan ponsel untuk menghubungi seseorang ketika dalam perjalanan. 

Selain itu, Yuri menganjurkan agar masyarakat mengenakan masker yang nyaman sehingga terasa benar-benar melindungi bagian wajah pengguna. Pemakaian masker yang nyaman juga akan membuat masyarakat betah saat memakainya sehari-hari. 

“Masker yang membuat tidak nyaman akan membuat kita berkali-kali memperbaiki letak masker. Jadinya masker dagu dinaikkan lagi dan seterusnya. Ini memberikan risiko yang besar untuk penularan virus,” tuturnya. 

Dia menilai secara keseluruhan penggunaan masker di masyarakat cukup baik. Namun, Yuri tak menampik masih banyak yang memakai pelindung tersebut dengan cara yang tidak benar.

Menurutnya, saat ini sudah cukup masker yang ada di pasaran baik, masker kain maupun masker kertas. Jenis masker yang digunakan sekali pakai ini bisa dipilih dengan syarat dapat digunakan dengan benar.

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat jumlah pasien Covid-19 yang sembuh pada Selasa (14/7/2020) bertambah 947 orang menjadi 37.636 orang. Adapun, penambahan kasus positif pada hari ini mencapai 1.591 orang sehingga totalnya menjadi 78.572 orang. Di sisi lain, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal bertambah 54 orang. Dengan demikian, total pasien Covid-19 yang meninggal hingga saat ini mencapai 3.710 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona New Normal
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top