Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Virus Corona Bisa Mengapung di Udara, Protokol Kesehatan Ditambah

Setiap manusia berbicara mengeluarkan mikro droplet atau cairan tubuh berukuran super kecil.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  13:17 WIB
Seorang tenaga kesehatan melepaskan sarung tangan medis usai mengambil sampel untuk tes usap (swab) Covid-19 - ANTARA/FB Anggoro
Seorang tenaga kesehatan melepaskan sarung tangan medis usai mengambil sampel untuk tes usap (swab) Covid-19 - ANTARA/FB Anggoro

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menambah daftar protokol kesehatan seiring dengan temuan baru Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. Saat ini virus Corona telah dinyatakan dapat mengapung di udara.

Menteri Koordinator Bidang Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa setiap manusia berbicara mengeluarkan mikro droplet atau cairan tubuh super kecil. Mikro droplet ini dapat mengapung di udara pada ruangan tertutup dengan pendingin udara.

“Paling minim kemampuan mengapung sekitar 20 menit. Jadi kalo misal penceramah dia positif, dia ngomong satu jam di dalam ruang tertutup, kita bisa bayangkan berapa juta atau miliar Covid beterbangan,” kata Muhadjir usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Senin (13/7/2020).

Oleh karena itu, lanjut Muhadjir, selain memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menghindari kerumunan, masyarakat perlu memahami skenario penularan dari mikro droplet yang mengapung di udara.

Pemerintah meminta masyarakat menghindari kerumunan di ruang tertutup, terutama yang tidak memiliki ventilasi baik.

Muhadjir mengimbau untuk mempersingkat durasi bila berada di ruangan tertutup tanpa ventilasi bersama banyak orang.

“Termasuk juga khotbah Jumat atau khotbah di ruang tempat ibadat lain sebaiknya dipersingkat. Termasuk juga bacaan [salat berjamaah], yang biasanya panjang-panjang, kalau bisa diperpendek untuk hindari mikro droplet itu,” kata Muhadjir.

Sementara itu, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan upaya sosialisasi dan edukasi mengenai Covid-19 agar masyarakat disiplin terhadap protokol kesehatan.

Satu yang menjadi tantangan adalah sejumlah pihak yang mengaggap Covid-19 sebagai sebuah konspirasi.

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan sosialisasi yang efektif akan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Para antropolog, sosiolog, psikolog, hingga para ulama di seluruh daerah akan menjadi corong untuk menyampaikan edukasi mengenai Covid-19 dan protokol kesehatan yang perlu dilakukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

muhadjir effendy covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top