Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

302 Orang Lolos Jadi Calon Fasilitator Guru Penggerak di Kemdikbud

Program Guru Penggerak merupakan episode kelima dari Kebijakan Merdeka Belajar yang baru saja diluncurkan Kemdikbud pada Jumat (3/7/2020).
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  17:05 WIB
Ilustrasi - Praktik mengajar dalam program KKN Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Thailand. - Bisnis/Istimewa
Ilustrasi - Praktik mengajar dalam program KKN Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Thailand. - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan baru saja meluncurkan Program Guru Penggerak menjadi media pelatihan, identifikasi dan pembibitan calon pemimpin pendidikan masa depan di Indonesia.

Sebelum melakukan pendaftaran Guru Penggerak, Kemdikbud terlebih dulu melakukan rekrutmen fasilitator pendidikan tahap pertama. Pada Rabu (8/7/2020), sudah ada 302 calon fasilitator yang lolos dan masuk tahap berikutnya.

“302 calon fasilitator ini disaring dari total 785 pendaftar. Calon Fasilitator yang telah lolos seleksi tahap 1 dilanjutkan dengan seleksi tahap 2 dengan melakukan pengisian critical incident [peristiwa penting], survey karakter dan wawancara,” kata Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Iwan Syahril melalui keterangan resmi, Rabu (8/7/2020).

Bagi peserta yang dinyatakan lolos seleksi tahap 1, diwajibkan mengisi critical incident dan survei karakter melalui portal sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id dengan waktu pengisian paling lama 1x12 jam dihitung setelah jadwal pengisian dimulai.

Pengisian hanya dapat dilakukan mulai Kamis, 9 Juli 2020 pukul 23:59 WIB sampai Jumat, 10 Juli 2020 pukul 23:59 WIB.

“Wawancara akan dilaksanakan secara daring antara tanggal 13-24 Juli 2020 dan jadwalnya akan diinformasikan pada tanggal 11-12 Juli 2020 melalui surel dan dashboard aplikasi guru penggerak,” terang Iwan.

Berdasarkan catatan Bisnis, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim meluncurkan Program Guru Penggerak sebagai episode kelima dari Kebijakan Merdeka Belajar. Program tersebut meluncur pada Jumat lalu (3/7/2020).

Program itu diproyeksikan dapat menempatkan 20 persen guru penggerak pada posisi strategis di dalam unit pendidikan nasional seperti kepala sekolah, pengawas sekolah, dan mentor pelatihan guru di setiap daerah dengan kapasitas total 405.000 guru penggerak hingga tahun 2024.

Seleksi tahap pertama diadakan pada 23 hingga 30 Juli 2020 dengan kuota sebanyak 2.800 orang. Seleksi awal ini menyangkut registrasi, esai, analisis studi kasus, dan tes bakat skolastik.

Seleksi berikutnya bergulir pada 31 Agustus hingga 16 September 2020, bertumpu pada simulasi mengajar dan wawancara. Sementara itu, pengumuman lolos sebagai guru penggerak dijadwalkan pada 19 September 2020.

Adapun, pelaksanaan angkatan pertama Program Guru Penggerak direncanakan pada 5 Oktober 2020 hingga 31 Agustus 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendikbud Nadiem Makarim
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top