Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Strategi Nadiem Makarim Rombak Pendidikan Nasional hingga 2024

Nadiem berpendapat keberadaan guru penggerak dapat membawa perubahan eksponensial bagi sistem pendidikan ke depan.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 03 Juli 2020  |  15:40 WIB
Sejumlah murid sekolah menghormat bendera saat upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi di Kampung Nayaro, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua, Senin (17/8/2015). - Antara
Sejumlah murid sekolah menghormat bendera saat upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi di Kampung Nayaro, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua, Senin (17/8/2015). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim meluncurkan Program Guru Penggerak sebagai episode kelima dari Kebijakan Merdeka Belajar pada Jumat (3/7/2020).

Program itu diproyeksikan dapat menempatkan 20 persen guru penggerak pada posisi strategis di dalam unit pendidikan nasional seperti kepala sekolah, pengawas sekolah dan mentor pelatihan guru di setiap daerah hingga tahun 2024.

“Apa yang bisa kita capai dalam waktu lima tahun ini adalah titik kritis, di mana lebih dari 20 persen dari pada kepala seoklah, guru-guru kita diisi oleh guru penggerak. Ini akan menjadi perubahan yang tidak bisa dikembalikan lagi sekalipun kebijakan pendidikan berganti,” kata Nadiem saat meluncurkan Program Guru Penggerak secara virtual pada Jumat (3/7/2020).

Ihwal angka 20 persen itu, Nadiem berpendapat keberadaan guru penggerak dapat membawa perubahan eksponensial bagi sistem pendidikan ke depan. Berdasarkan infromasi yang diterima Bisnis, Kementerian Pendidikan dan Kebudayan menargetkan adanya 405.000 guru penggerak pada tahun 2024.

“Menurut kami ini yang akan menjadikan perubahan eksponensial, kebijakannya [pendidikan] arah yang penting guru-guru penggerak ini sudah berada di posisi yang kritis dan penting di berbagai daerah, sehingga perubahan akan terus terjadi secara otomatis ini adalah teori perubahan yang kita terapkan kenapa kita membutuhkan critical mass guru penggerak,” kata dia.

Program Guru Penggerak ditujukkan untuk media pelatihan, identifikasi dan pembibitan calon pemimpin-pemimpin pendidikan masa depan di Indonesia. Program itu bakal membidik guru-guru bertalenta melalui skema pelatihan intensif yang bakal disiapkan untuk menjadi kepala sekolah, pengawas sekolah dan mentor program pelatihan guru ke depan.

Malahan, Nadiem menyebut Guru Penggerak ini seumpama Komando Pasukan Khusus atau Kopassus di dalam dunia pendidikan Indonesia.

“Kita sedang membangun elite force semacam Kopassus [Komando Pasukan Khusus]-nya guru-guru kita di seluruh Indonesia. Ini bukan hal yang mudah harus punya mental kuat dan siap melalui proses pembelajaran yang intensif,” kata dia.

Adapun seleksi tahap pertama diadakan pada 23 Juli hingga 30 Juli 2020. Diketahui kuota untuk angkatan pertama guru penggerak sebanyak 2.800 orang. Seleksi awal ini menyangkut ihwal registrasi, esai, analisis studi kasus dan tes bakat skolastik.

Kemudian, seleksi berikutnya bergulir pada tanggal 31 Agustus hingga 16 September 2020 yang bertumpu pada simulasi mengajar dan wawancara.

Pengumuman lolos sebagai guru penggerak dijadwalkan pada 19 September 2020 mendatang. Hanya saja, untuk pelaksanaan angkatan pertama Program Guru Penggerak direncanakan pada 5 Oktober 2020 hingga 31 Agustus 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendidikan guru Nadiem Makarim
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top