Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenhub: Mal dan Sekolah Akan Diwajibkan Miliki Lahan Parkir Sepeda

Kewajiban untuk pengelola fasilitas umum menyediakan lahan khusus parkir bagi pesepeda rencananya akan dituangkan dalam Permenhub yang saat ini masih dalam kajian.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  09:00 WIB
Ilustrasi tempat parkir sepeda - Reuters
Ilustrasi tempat parkir sepeda - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah tengah mengkaji aturan mengenai penyediaan lahan khusus parkir bagi pesepeda di fasilitas umum seperti mal, tempat ibadah, sekolah dan tempat-tempat lainnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan kewajiban untuk pengelola fasilitas umum menyediakan lahan khusus parkir bagi pesepeda rencananya akan dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan yang saat ini masih dalam kajian.

"Lahan parkir harus tersedia di simpul transportasi, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan atau mal, sekolah, tempat ibadah. Kami dorong sepeda bisa digunakan untuk kepentingan first mile dan last mile," kata Budi dalam diskusi virtual bersama Masyarakat Transportasi Indonesia, Selasa (7/7/2020) malam.

Secara rinci, Budi menyebut beleid itu juga akan menyinggung perihal aspek kelayakan lahan parkir khusus sepeda. Lahan parkir sepeda di mal, misalnya, tidak boleh ditempatkan di lokasi yang sulit dijangkau seperti basement.

Menurut Budi, fasilitas tersebut disediakan supaya masyarakat mudah bergerak dari satu titik ke titik lainnya menggunakan kendaraan nol-energi. Di samping lahan parkir, pihaknya juga akan meminta pemerintah daerah membangun lajur-lajur sepeda di jalan nasional.

Kemenhub juga telah menginventarisasi persiapan penyediaan lajur sepeda seperti yang sudah dibangun di Jakarta dan Bandung. Adapun, kebijakan ini akan didukung dengan alokasi anggaran Dirjen Perhubungan Darat dalam RAPBN 2021.

Seumpama tidak tersedia lajur khusus bagi pesepeda di titik-titik tertentu, masyarakat bisa memanfaatkan trotoar yang kosong. Namun, kata Budi, pengemudinya harus tetap memperhatikan keselamatan pejalan kaki.

"Kami juga akan menyoroti pentingnya marka sepeda dan rambu lalu-lintas," ucapnya.

Lebuh lanjut, Budi memungkinkan para pesepeda akan diberi kemudahan atau relaksasi seperti yang sudah dirancang bagi pengguna kendaraan listrik. Semisal, layanan bebas parkir.

"Jadi saya kira upaya ini perlu didorong agar masyarakat menggunakan sepeda. Tujuannya mengurangi kemacetan," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepeda pusat perbelanjaan Kemenhub

Sumber : Tempo.Co

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top