Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gelombang Kedua Pandemi, Melbourne Kembali Lockdown 6 Minggu

Perdana Menteri Negara Bagian Victoria, Daniel Andrews mengatakan mulai Rabu, 8 Juli 2020 tengah malam, warga harus tinggal di rumah kecuali untuk pekerjaan, layanan penting, perawatan medis atau sekolah. Kebijakan itu berlaku hingga enam minggu ke depan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  15:23 WIB
Tanda layanan publik mengenai jarak sosial ditampilkan di halte trem saat lockdown akibat pandemi corona di Melbourne, ibu kota Negara Bagian Victoria, Autstralia pada 23 Maret 2020./Blomberg - Carla Gottgens
Tanda layanan publik mengenai jarak sosial ditampilkan di halte trem saat lockdown akibat pandemi corona di Melbourne, ibu kota Negara Bagian Victoria, Autstralia pada 23 Maret 2020./Blomberg - Carla Gottgens

Bisnis.com, JAKARTA - Melbourne, kota terpadat kedua di Australia, kembali menerapkan karantina wilayah atau lockdown menyusul terjadinya gelombang kedua infeksi virus corona di negara itu.

Perdana Menteri Negara Bagian Victoria, Daniel Andrews mengatakan mulai Rabu, 8 Juli 2020 tengah malam, warga harus tinggal di rumah kecuali untuk pekerjaan, layanan penting, perawatan medis atau sekolah. Kebijakan itu berlaku hingga enam minggu ke depan.

Negara bagian Victoria mencatat 191 kasus baru dalam semalam, peningkatan harian terbesar sejak krisis dimulai.

"Jumlah kasus baru ini sangat tinggi. Pada tingkat seperti itu tidak mungkin untuk menekan virus ini tanpa mengambil langkah signifikan," katanya dilansir Bloomberg, Selasa (7/7/2020).

Keputusan kembali menerapkan lockdown itu menghancurkan harapan Perdana Menteri Scott Morrison yang berencana mencabut seluruh pembatasan pergerakan di negara itu pada akhir bulan ini untuk menghidupkan ekonomi.

Gelombang kedua di Victoria berisiko memperdalam dan memperpanjang resesi pertama negara itu dalam hampir tiga dekade.

"Pemulihan keseluruhan ekonomi Australia diperkirakan akan terhambat secara signifikan oleh lockdown kedua," kata IBISWorld.

Adapun Victoria berkontribusi hampir 24 persen terhadap produk domestik bruto negara pada 2019.

Sementara itu negara bagian tetangga Victoria yakni New South Wales juga akan menutup perbatasan untuk pertama kalinya sejak pandemi Flu Spanyol 1919.

Lockdown di Melbourne merupakan eskalasi dramatis tanggapan negara, setelah mencatat peningkatan kasus lebih dari dua minggu berturut-turut. Dalam beberapa hari terakhir, pihak berwenang telah memerintahkan penduduk di 12 pinggiran kota untuk tinggal di rumah kecuali untuk pekerjaan dan belanja penting. Pada akhir pekan, sekitar 3.000 penduduk perumahan umum dilarang meninggalkan apartemen mereka.

Sementara itu, Australia telah menjadi salah satu negara yang dinilai berhasil mengendalikan pandemi dengan kurang dari 9.000 kasus, penyebaran virus Victoria menunjukkan betapa sulitnya pandemi diberantas tanpa vaksin.

"Saya tahu akan ada sejumlah besar kerugian yang akan dilakukan karena ini. Namun kita tidak bisa berpura-pura sudah selesai. Ini belum berakhir di begitu banyak bagian dunia dan belum berakhir di Melbourne dan sampai batas tertentu tepat di seberang Victoria," kata Andrews.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia Virus Corona covid-19 Lockdown
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top