Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pidato 4 Juli, Donald Trump: 99 Persen Kasus Covid-19 Tidak Berbahaya

Saat ini AS mencatat jumlah pasien Covid-19 sekitar 50.000 per hari, lebih tinggi dari pada bulan April ketika negara ini pertama kali terpapar virus.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 05 Juli 2020  |  10:46 WIB
 Presiden AS Donald Trump berbicara selama acara di Fincantieri Marinette Marine di Wisconsin, Amerika Serikat pada Kamis (25/6/2020). (Thomas Werner - Bloomberg)\n
Presiden AS Donald Trump berbicara selama acara di Fincantieri Marinette Marine di Wisconsin, Amerika Serikat pada Kamis (25/6/2020). (Thomas Werner - Bloomberg)\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump merayakan hari kemerdekaan Amerika Serikat dengan pidato yang mengganggap remeh virus Corona. Mengutip The Guardian, Minggu (5/7/2020), Trump bahkan memperingatkan China akan dimintai pertanggungjawaban.

Saat ini AS mencatat jumlah pasien Covid-19 sekitar 50.000 per hari, lebih tinggi dari pada bulan April ketika negara ini pertama kali terpapar virus. Trump mengatakan bahwa hal itu disebabkan karena telah melakukan lebih banyak tes.

“Sekarang kami telah menguji hampir 40 juta orang. Dengan demikian, kami menunjukkan kasus, 99% di antaranya benar-benar tidak berbahaya. Hasil yang tidak dapat ditunjukkan oleh negara lain karena tidak ada negara lain yang memiliki pengujian yang kami miliki, tidak dalam hal jumlah atau kualitas,” kata Trump.

Namun dia tidak menjelaskan mengenai 99 persen kasus Covid-19 di AS tidak berbahaya. Berdasarkan data Center for Systems Science and Engineering (CSSE) at Johns Hopkins University, jumlah kematian pasien Covid-19 di AS sebanyak 129.673 orang per 5 Juli 2020, atau setara 4,6 persen dari total kasus positif.

Trump juga kembali melempar kritik kepada China. “Kerahasiaan, penipuan, dan penutupan Tiongkok memungkinkannya untuk menyebar ke seluruh dunia. Seratus delapan puluh sembilan negara dan Tiongkok harus bertanggung jawab penuh," kata dia.

Namun di luar itu Gedung Putih sejauh ini tidak merinci tindakan apa yang dipertimbangkan terhadap Beijing.

Sementara itu Anthony Fauci, ahli penyakit menular, memperingatkan minggu ini bahwa kebijakan pemerintah AS tidak menuju ke arah yang benar. “Saya rasa ini sudah sangat jelas bahwa kita tidak menuju jalan yang benar,” katanya.

Adapun Trump tengah berupaya kembali memimpin AS untuk periode kedua. Pemilihan presiden akan dilaksanakan tahun ini, 3 November.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Donald Trump covid-19
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top