Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dokter Reisa Jelaskan Ciri-ciri Gejala DBD

Gugus Tugas Covid-19 mengimbau masyarakat untuk mewaspadai infeksi DBD dengan mengetahui berbagai gejalanya.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 03 Juli 2020  |  16:34 WIB
Sejak 8 Juni 2020dr Reisa Broto Asmoro tampil mendampingi Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dokter Achmad Yurianto. - Youtube
Sejak 8 Juni 2020dr Reisa Broto Asmoro tampil mendampingi Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dokter Achmad Yurianto. - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat diminta memantau pergerakan kasus infeksi demam berdarah dengue (DBD) dan sejumlah ciri-cirinya. Langkah ini perlu dilakukan untuk menghindari risiko terkena DBD.

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan bahwa masyarakat perlu mewaspadai infeksi itu dengan mengetahui berbagai gejalanya.

“Gelaja DBD tidak langsung muncul. Memerlukan waktu 4 - 10 hari setelah tergigit nyamuk yang membawa virus dengue,” kata Reisa melalui konferensi virtual, Jumat (3/7/2020).

Ciri lainnya gejala DBD adalah demam tinggi hingga 40 derajat celcius. Kondisi ini disertai dengan tubuh berkeringat, menggigil. Selain itu, penderita juga akan mengalami sakit kepala, nyeri tulang, sakit otot, hingga mual.

“Muncul bintik-binting di kulit hingga pendarahan pada hidung dan gusi. Bintik merah yang muncul dipermukaan kulit merupakan tanda terjadinya pendarahan pada kulit akibat penurunan trombosit,” jelasnya.

Di sisi lain DBD bisa berkembang menjadi kondisi berat. Reisa mengatakan situasi ini merupakan sebuah kegawatan yang disebut dengan dengue shock atau dengue shock syndrome.

Sindrom tersebut dapat berupa muntah, nyeri perut, perubahan suhu tubuh dari demam menjadi dingin atau hipotermia dan melambatnya denyut jantung.

Sementara itu, DBD dapat menyebabkan kematian ketika penderitanya mengalami syok karena pendarahan. Terlebih hingga kini belum terdapat obat spesifik yang dapat menyembuhkan DBD.

Pemberian obat hanya dikonsumsi untuk mengurangi gejalanya misalnya demam, nyeri, serta mencegah komplikasi. Selain itu, penderita juga dianjurkan banyak istirahat dan cukup minum agar tuidak mengalami dehidrasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dbd Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top