Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dokter Reisa: Puncak Ancaman DBD pada Pertengahan Tahun

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan jumlah kasus DBD hingga pekan ke 27 tahun ini telah mencapai 70.000 kasus baru.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 03 Juli 2020  |  16:23 WIB
Tim Publikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dokter Reisa Broto Asmoro. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Tim Publikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dokter Reisa Broto Asmoro. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa wilayah dengan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tinggi juga merupakan daerah dengan kasus Covid-19 tinggi. Fenomena ini memungkinkan seseorang yang terinfeksi virus Corona juga berisiko terkena DBD.

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan jumlah kasus DBD hingga pekan ke 27 tahun ini telah mencapai 70.000 kasus baru.

“Kasusnya tersebar di 34 provinsi dan 465 kabupaten kota dengan jumlah kematian DBD hampir 500 orang,” kata Reisa melalui konferensi virtual, Jumat (3/7/2020).

Dia menjelaskan, puncak terjadinya ancaman infeksi DBD adalah menjelang pertengahan tahun seperti saat ini. Beberapa daerah dengan kasus tertinggi DBD di antaranya Jawa Barat, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yoghayakarta hingga Sulawesi Selatan.

“Fenomena ini memungkinkan seseorang yang terinfeksi Covid-19 juga berisiko terinfeksi DBD,” katanya.

Dia menjelaskan pencegahan DBD adalah menghindari gigitan nyamuk. Namun di tengah pandemi saat ini, masyarakat dan pemerintah perlu menekan angka pesakitan infeksi tersebut dengan tetap bergerak.

Saat ini kinerja juru pemantau jentik terhambat selama pandemi. Petugas kesehatan itu biasanya memantau DBD melalui sistem dari pintu ke pintu serta mendistribusikan larvisida kepada penduduk. Sebelum pandemi Covid-19, program ini diklaim berjalan sebulan sekali.

“Maka mari perhatikan saluran air tempat nyamuk bertelur dan tempat-tempat dengan reservoir air, waspadai DBD,” ujar Reisa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dbd Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top