Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bulan Juli Saat Tepat Amati Planet, Berikut Jadwalnya

Jika cuaca cerah, di langit timur sekitar satu jam setelah Matahari terbenam, akan nampak bulan purnama yang didampingi oleh planet Jupiter.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  13:23 WIB
Ilustrasi cahaya bintang yang menerangi atmosfer satu planet. Keberadaan air atmosfer pada sedikit exoplanet yang mengorbit bintang-bintang di luar tata surya sudah pernah dilaporkan tapi studi kali ini secara konklusif mengukur dan membandingkan profil intensitas tanda-tanda tersebut. - NASA\\\'s Goddard Space Flight Center
Ilustrasi cahaya bintang yang menerangi atmosfer satu planet. Keberadaan air atmosfer pada sedikit exoplanet yang mengorbit bintang-bintang di luar tata surya sudah pernah dilaporkan tapi studi kali ini secara konklusif mengukur dan membandingkan profil intensitas tanda-tanda tersebut. - NASA\\\\\\\'s Goddard Space Flight Center

Bisnis.com, JAKARTA - Bulan Juli 2020 adalah saat yang paling tepat untuk mengamati planet dan beberapa fenomena astronomi lainnya.

Dikutip dari laman infoastronomy.org pada Rabu (1/7/2020) berikut ini adalah jadwal waktu pengamatan planet yang disarankan:

4 Juli 2020: Bumi Mencapai Aphelion

Aphelion merupakan istilah untuk menyebut jarak terjauh yang dicapai Bumi dari Matahari. Dalam orbit elipsnya mengelilingi Matahari, Bumi akan mengalami aphelion dan perihelion atau jarak terdekat dengan matahari.

Secara astronomis, aphelion akan dicapai Bumi pada 4 Juli 2020 pukul 18.34 WIB. Jarak Bumi dari Matahari akan mencapai yang terjauh satu sama lain, yakni sekitar 1,02 AU atau sekitar 152,1 juta kilometer.

5 Juli 2020: Bulan Purnama Berkonjungsi dengan Jupiter

Jika cuaca cerah, di langit timur sekitar satu jam setelah Matahari terbenam, akan nampak bulan purnama yang didampingi oleh planet Jupiter.

6 Juli 2020: Konjungsi Bulan dengan Saturnus

Setali tiga uang, kali ini bulan akan didampingi oleh planet Saturnus yang bisa diamati mulai pukul 20.00 waktu setempat di daerah masing-masing.

Namun, jika diamati lewat mata telanjang, Saturnus hanya akan seperti bintang kuning terang di sisi timur laut Bulan dan butuh teleskop untuk bisa melihat cincinnya.

12 Juli 2020: Konjungsi Bulan dengan Mars

Mars akan berada di dekat Bulan pada 12 Juli 2020. Keduanya akan terpisah sejauh 2 derajat satu sama lain.

Untuk pengamatan, bisa dilakukan pada langit timur pukul 00.00 dini hari waktu setempat dan akan lebih jelas jika menggunakan teleskop.

13 Juli 2020: Fase Bulan Perbani Akhir

Perbani akhir adalah fase ketika bulan tampak separuh. Namun, karena bulan sudah mencapai 3/4 jalan dalam orbitnya mengelilingi Bumi, akan terbit pada tengah malam saat mencapai fase ini, lalu terbenam 12 jam kemudian atau pada siang hari.

14 Juli 2020: Jupiter Mencapai Oposisi

Dalam astronomi, oposisi adalah fenomena yang terjadi pada planet-planet yang berada di luar orbit Bumi saat mengelilingi Matahari, atau yang disebut planet luar.

Ketika mencapai titik oposisi, sebuah planet luar sedang berada di sisi yang berseberangan dari Matahari. Dengan kata lain, Matahari-Bumi-planet luar sedang segaris lurus di bidang tata surya.

Pada 14 Juli 2020, Matahari, Bumi, dan Jupiter berada pada satu garis lurus atau Jupiter berada di titik terdekat dengan Bumi. Jupiter akan terbit setelah matahari tenggelam dan bisa diamati sepanjang malam.

17 Juli 2020: Segitiga Bulan-Venus-Aldebaran

Pada tanggal tersebut, bulan akan berada di dekat Venus dalam pandangan dari Bumi. Menariknya, akan nampak juga bintang Aldebaran (bintang paling terang di rasi bintang Taurus) di antara Bulan dan Venus.

Fenomena ini bisa diamati pada pukul 04.00 waktu setempat atau menjelang matahari terbit.

20 Juli 2020: Saturnus mencapai oposisi

Sama halnya dengan Jupiter, pada tanggal tersebut Planet Saturnus akan berada segaris dengan Bumi dan Matahari.

27 Juli 2020: Fase Bulan Perbani Awal

Sama seperti perbani akhir, perbani awal adalah fase di mana Bulan tampak separuh. Bedanya, Bulan baru mencapai titik 1/4 dalam orbitnya mengelilingi Matahari, sehingga dia akan terbit pada tengah hari dan sudah terlihat di langit pada sore hari walaupun Matahari belum terbenam.

29 Juli 2020: Hujan Meteor Delta Akuarid

Fenomena ini merupakan fenomena periodik, yang artinya selalu terjadi tiap tahun. Walhasil pada tahun ini, kesempatan untuk mengamatinya datang lagi.

Hujan meteor terjadi ketika dalam orbitnya mengelilingi Matahari, Bumi melintasi bekas jalur yang pernah dilalui sebuah komet. Bekas jalur tersebut berisi jutaan puing-puing kecil yang ditinggalkan oleh sang komet ketika menguap terkena radiasi Matahari.

Saat Bumi melintasi jalur tersebut, maka gravitasinya akan menarik puing-puing tersebut dan terbakar di atmosfer.

Akan nampak sekitar 20 meteor setiap jam yang bisa diamati pada 29 Juli 2020 mulai pukul 21.00 waktu setempat. Namun, jika ingin mengamati dengan mata telanjang, kondisi langit harus cerah dan di sekitar lokasi pengamatan harus minim polusi cahaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

planet astronomi
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top