Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polri Menetapkan 2 Tersangka Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Pendiri Kaskus

Bareskrim Tetapkan Jack Boyd Lapian dan Titi Sumawijaya Empel jadi tersangka pencemaran nama baik pendiri Kaskus, Andrew Darwis.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  17:59 WIB
Pendiri Kaskus Andrew Darwis/Kaskus.co.id
Pendiri Kaskus Andrew Darwis/Kaskus.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) menetapkan Jack Boyd Lapian dan Titi Sumawijaya Empel sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik Pendiri Kaskus Andrew Darwis.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setyono mengemukakan bahwa penyidik telah menaikkan status hukum Jack Boyd Lapian dan Titi Sumawijaya Empel usai melakukan gelar (ekspose) perkara pada 16 Juni 2020.

Berdasarkan hasil ekspose perkara tersebut, tim penyidik telah menemukan alat bukti yang cukup untuk menjerat Jack Boyd Lapian dan Titi sebagai tersangka.

"Memang benar, kami telah menetapkan saudara JBL dan saudari TSE sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik," kata Awi, Selasa (30/6).

Menurutnya, tim penyidik telah memproses laporan yang dilayangkan Andrew Darwis dengan nomor laporan RP/B/097/XI/2019/Bareskrim ter tanggal 13 November 2019.

Dia mengatakan bahwa kedua tersangka menuduh pelapor telah melakukan dugaan tindak pidana pemalsuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Kami sudah melakukan pemeriksaan 14 saksi dan saksi ahli. Kemudian diputuskan bahwa status hukum keduanya dari saksi naik jadi tersangka," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaskus bareskrim polri pencemaran nama baik
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top