Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pentagon Rilis Daftar 20 Perusahaan China yang Dikontrol Militer

Dari daftar tersebut, terdapat nama-nama perusahaan seperti Huawei Technologies Co., China Railway Construction Corporation, dan Hangzhou Hikvision Digital Technology Co.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  08:47 WIB
Komplek Pentagon di Washington, AS, tampak dari atas pesawat Air Force One, 29 Maret 2018. - REUTERS/Yuri Gripas / RC125AF3E6D0
Komplek Pentagon di Washington, AS, tampak dari atas pesawat Air Force One, 29 Maret 2018. - REUTERS/Yuri Gripas / RC125AF3E6D0

Bisnis.com, JAKARTA - Pentagon menempatkan Huawei Technologies Co. dan Hangzhou Hikvision Digital Technology Co. dalam daftar 20 perusahaan yang katanya dimiliki atau dikendalikan oleh militer China.

Dengan daftar ini, AS kemungkinan besar akan memberikan sanksi tambahan.

Dilansir dari Bloomberg, dalam surat kepada anggota parlemen tanggal 24 Juni, Pentagon memberikan daftar perusahaan militer komunis China yang beroperasi di Amerika Serikat.

Daftar ini pertama kali pernah diminta oleh parlemen dalam undang-undang kebijakan pertahanan tahun fiskal 1999.

Daftar ini termasuk 'entitas yang dimiliki oleh, dikendalikan oleh, atau berafiliasi dengan pemerintah, militer, atau industri pertahanan China'.

Asisten Sekretaris Pertahanan untuk Urusan Publik Jonathan Rath Hoffman mengatakan China telah berupaya untuk mengaburkan batas antara sektor sipil dan militer, oleh karena 'mengetahui pemasok Anda' sangat penting.

“Kami membayangkan daftar ini akan menjadi alat yang berguna bagi pemerintah AS, perusahaan, investor, lembaga akademis, dan mitra yang berpikiran sama untuk melakukan uji tuntas terkait kemitraan dengan entitas ini, terutama seiring bertambahnya daftar," tegas Hoffman, dikutip dari Bloomberg.

Senator Republik Marco Rubio menuturkan daftar yang dikeluarkan oleh Pentagon adalah awal, tetapi sangat tidak kuat untuk memperingatkan orang-orang Amerika tentang perusahaan milik negara dan perusahaan yang diarahkan yang mendukung kegiatan pemerintah dan Partai Komunis China yang dapat mengancam keamanan ekonomi dan nasional AS.

Daftar perusahaan yang dikatakan berafiliasi dengan Tentara Pembebasan Rakyat diamanatkan di bawah Undang-Undang Otorisasi Pertahanan tahun 1999, tetapi tidak ada administrasi yang mengeluarkan laporan yang diperlukan.

Trump memiliki wewenang di bawah Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional 1977 untuk menaikkan sanksi keuangan terhadap perusahaan-perusahaan itu.

Dalam memoarnya, mantan penasihat keamanan nasional John Bolton menegaskan bahwa Trump meminta Xi Jinping, pemimpin China, untuk meningkatkan pembelian produk pertanian Amerika untuk membantunya memenangkan pemilihan ulang pada November. Namun, Trump telah menolak klaim itu.

Berikut ini adalah daftar perusahaan China yang dimaksud:

Aviation Industry Corporation of China; China Aerospace Science and Technology Corporation; China Aerospace Science and Industry Corporation; China Electronics Technology Group Corporation; China South Industries Group Corporation; China Shipbuilding Industry Corporation; China State Shipbuilding Corporation; China North Industries Group Corporation; Huawei Technologies Co.; Hangzhou Hikvision Digital Technology Co.; Inspur Group; Aero Engine Corporation of China; China Railway Construction Corporation; CRRC Corp.; Panda Electronics Group; Dawning Information Industry Co.; China Mobile Communications Group; China General Nuclear Power Corp.; China National Nuclear Power Corp.; China Telecommunications Corp.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china pentagon huawei

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top