Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonomi China Diprediksi Positif pada Kuartal Dua Tahun Ini

Survey menunjukkan ekonomi terbesar kedua di dunia itu akan dapat lepas dari resesi teknis setelah mengalami pertumbuhan minus 6,8 persen pada kuartal pertama tahun ini.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  10:29 WIB
Xi Jinping - Reuters
Xi Jinping - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom memperkirakan pemulihan pertumbuhan ekonomi China akan berlanjut pada kuartal kedua 2020 sehingga memicu optimisme dari berbagai pihak. 

Menurut estimasi median ekonom dalam survei Bloomberg pekan lalu, produk domestik bruto akan meningkat 1,5 persen pada kuartal kedua dari tahun sebelumnya. Angka itu lebih tinggi dari surveipada Mei 2020 sebesar 1,2 persen.

Para ekonom juga menaikkan proyeksi pertumbuhan setahun penuh menjadi 1,8 persen dari 1,7 persen. Survey menunjukkan ekonomi terbesar kedua di dunia itu akan dapat lepas dari resesi teknis setelah mengalami pertumbuhan minus 6,8 persen pada kuartal pertama tahun ini.

Namun, meski industri telah kembali tumbuh, rumah tangga masih waspada dan konsumsi tetap dalam kontraksi.

"Ekonomi China terus mendapatkan kembali momentum pertumbuhan. Dengan produksi industri dan output layanan melanjutkan pertumbuhan, kami memprediksi pertumbuhan PDB positif untuk kuartal kedua," kata Aidan Yao, ekonom senior di AXA SA di Hong Kong, dilansir Bloomberg, Selasa (23/6/2020).

Pemerintah telah menjanjikan rekor jumlah penjualan utang pemerintah untuk membantu meningkatkan permintaan domestik. Selain itu, perbankan diimbau untuk memberikan lebih banyak kredit kepada bisnis serta menawarkan penangguhan pembayaran bunga.

Sebaliknya, China Beige Book, yang melakukan survei pada lebih dari 3.300 perusahaan di negara itu, mengatakan ekonomi akan kembali terkontraksi pada kuartal kedua 2020 dan menuju resesi setahun penuh.

Metrik utama termasuk keuntungan manufaktur, pengeluaran modal dan volume penjualan ritel tetap pada tingkat yang rendah secara historis dan hampir tidak membaik dari yang ada di kuartal pertama, CBB International mengatakan dalam laporan triwulanan.

Ekonom yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan pertumbuhan dalam output industri dan investasi aset tetap akan terus meningkat dan mencapai kecepatan yang mirip dengan tingkat sebelum pandemi pada paruh kedua 2020.

Sementara itu, kekhawatiran tentang stabilitas pekerjaan dan kebangkitan kasus virus Corona di Beijing kemungkinan akan membebani konsumsi, yang diperkirakan oleh para ekonom akan tetap dalam kontraksi tahun ini. Deflasi pabrik akan tetap sepanjang tahun dan inflasi konsumen kemungkinan akan melunak secara signifikan karena kurangnya permintaan.

Pelonggaran moneter lebih lanjut kemungkinan akan diambil untuk menopang permintaan dan mengarahkan biaya pinjaman untuk bisnis agar lebih rendah.

Ekonom memperkirakan People's Bank of China akan memangkas rasio cadangan nominal untuk bank-bank besar menjadi 11,5 persen dari 12,5 persen saat ini di kuartal ketiga, serta memangkas suku bunga acuan menjadi 2,05 persen dari 2,2 persen saat ini .

Sementara itu, jajak pendapat para trader dan analis pasar menunjukkan ekspektasi yang lebih sederhana untuk prospek kebijakan, di mana rasio cadangan diperkirakan akan diturunkan menjadi 12 persen dan tingkat suku bunga menjadi 2,1 persen pada bulan September.

Fokus kebijakan moneter bergeser dari pengurangan suku bunga yang cepat ke pelonggaran kredit.

"Momentum pemulihan fundamental ekonomi akan tetap terjaga di kuartal ketiga di bawah dukungan obligasi pemerintah dan lokal, yang berarti imbal hasil obligasi akan berfluktuasi pada tingkat tinggi," kata Ming Ming, kepala penelitian pendapatan tetap di Citic Securities Co di Beijing.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi china pemulihan ekonomi

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top