Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bentrok Pasukan China dan India, Satelit Tangkap Aktivitas Ini

China terpantau membawa peralatan mesin dengan memotong jalan setapak ke lereng gunung Himalaya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 19 Juni 2020  |  08:25 WIB
Bentrok Pasukan China dan India, Satelit Tangkap Aktivitas Ini
Pegunungan Himalaya. China terpantau membawa peralatan mesin dengan memotong jalan setapak ke lereng gunung Himalaya. - visit/himalaya.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Satelit merekam hari-hari menjelang terjadinya bentrokan paling keras dalam empat dekade terakhir antara tentara India dan pasukan China di wilayah perbatasan.

Berdasarkan rekaman satelit, China terpantau membawa peralatan mesin dengan memotong jalan setapak ke lereng gunung Himalaya dan diduga membendung sungai. 

Gambar satelit menunjukkan peningkatan aktivitas pihak China sejak seminggu sebelumnya. Gambar tersebut diambil pada Selasa atau sehari setelah tentara kedua negara terlibat pertarungan tangan kosong di Lembah Galwan yang bersuhu dingin. 

India mengatakan 20 tentaranya tewas dalam serangan yang direncanakan oleh pasukan China pada Senin malam, saat komandan tertinggi kedua negara telah sepakat untuk meredakan ketegangan di Garis Kontrol Aktual (LAC).

Selama ini perbatasan yang diperselisihkan tidak jelas antara dua negara bertetangga yang sama-sama memiliki senjata nuklir itu.

Gambar satelit yang diambil oleh perusahaan pencitraan Bumi, Planet Labs, menunjukkan tanda-tanda pihak China mengubah lanskap lembah dengan memperlebar jalur jalan.

Mereka juga memindahkan tanah dan membuat dam untuk penyeberangan sungai, kata seorang pakar seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (19/6/2020).

Gambar itu juga menunjukkan keberadaan peralatan mesin di sepanjang pegunungan yang tandus di Sungai Galwan.

"Melihatnya melalui satelit, sepertinya China sedang membangun jalan di lembah dan mungkin merusak sungai," kata Jeffrey Lewis, direktur Program Nonproliferasi Asia Timur pada Institut Studi Internasional Middlebury, California.

"Ada sejumlah kendaraan di kedua sisi (LAC) meskipun tampaknya jauh lebih banyak kendaraan di sisi wilayah China. Saya menghitung 30 - 40 kendaraan India dan lebih dari 100 kendaraan di sisi China," ujar Lewis.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan dia tidak mengetahui secara spesifik di lapangan.

Tetapi, tegas Lijian, tentara India telah menyeberang ke wilayah China di beberapa tempat dalam beberapa hari terakhir dan mereka harus mundur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china india

Sumber : ChannelNewsAsia.com

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top