Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mantan Bendahara Umum Demokrat Nazaruddin Bebas dari Sukamiskin

Mantan Bendahara Umum Demokrat Nazaruddin bebas dari Lapas Sukamiskin setelah menjalani cuti menjelang bebas (CMB).
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  16:38 WIB
Mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin (tengah) bersiap memberikan keterangan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan KTP elektronik (E-KTP) untuk tersangka Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (3/4). - Antara/Wahyu Putro A
Mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin (tengah) bersiap memberikan keterangan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan KTP elektronik (E-KTP) untuk tersangka Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (3/4). - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA – Terpidana kasus korupsi proyek wisma atlet Hambalang M. Nazaruddin bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin usai menjalani cuti menjelang bebas (CMB).

Hal tersebut dikonfirmasi Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti.

“Betul yang bersangkutan menjalankan Program Cuti Menjelang Bebas (CMB) pada tanggal 14 Juni 2020,” kata Rika saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2020).

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jabar Abdul Aris mengatakan CMB kepada mantan bendahara umum Partai Demokrat itu diberikan usai Nazaruddin menjalani bimbingan awal sebagai warga binaan pemasyarakatan di Bapas.

Adapun, dasar pemberian CMB terhadap Nazaruddin adalah surat keputusan Menteri Hukum dan HAM RI nomor : PAS-738.PK.01.04.06 tahun 2020 tertanggal 10 Juni 2020 tentang cuti menjelang bebas atas nama Muhammad Nazaruddin bin Latief.

" WBP an. Muhamad Nazaruddin Bin Latief (Alm) selanjutnya menjalani CMB mulai tanggal 14 Juni 2020 dan berakhir pada tanggal 13 Agustus 2020, dengan pengawasan dan bimbingan dari Bapas Bandung sesuai domisili penjaminnya,” kata Aris dalam keterangannya, Selasa (16/6/2020).

Seperti diketahui, Nazaruddin tersangkut kasus korupsi proyek wisma atlet Hambalang. Dia dijatuhi hukuman 13 tahun penjara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi hambalang nazaruddin
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top