Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WHO Sebut Kasus Penyebaran Corona di Afrika Semakin Cepat

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa pandemi virus corona baru atau Covid-19 di Afrika semakin tinggi, setelah benua itu mencapai angka 200.000 kasus pada awal pekan ini.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 13 Juni 2020  |  10:13 WIB
Pasar tradisional di Abuja, Nigeria - Bloomberg
Pasar tradisional di Abuja, Nigeria - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa pandemi virus corona baru penyebab Covid-19 di Afrika semakin tinggi, setelah benua itu mencapai angka 200.000 kasus pada awal pekan ini.

Direktur Regional Afrika WHO Matshidiso Moeti, dalam konferensi video mengatakan bahwa butuh 98 hari untuk Afrika mencapai 100.000 kasus pertama, tetapi hanya butuh 18 hari untuk bergerak ke angka 200.000 kasus.

“Meskipun kasus-kasus di Afrika ini menyumbangkan kurang dari 3 persen dari kasus global, jelas bahwa pandemi virus corona ini terjadi semakin cepat,” katanya seperti dikutip The Guardian, Sabtu (13/6/2020).

Dilaporkan bahwa Afrika Selatan merupakan negara yang paling parah terkena dampak dengan lebih dari seperempat dari total infeksi di benua Afrika secara menyeluruh.

Moeti melanjutkan sebagian besar negara di benua itu memiliki angka kasus positif kurang dari 1.000 infeksi, tetapi WHO tetap khawatir adanya kasus yang belum terdeteksi dan angkanya bisa jauh lebih tinggi.

Berdasarkan perhitungan Agence France-Presse (AFP), Afrika telah mencatat kurang ada sekitar 6.000 kematian akibat Covid-19. Akan tetapi, hanya lima negara yang menyebabkan sebagian besar kasus terjadi yakni Afrika Selatan, Aljazair, Nigeria, Mesir, dan Sudan.

“Di Afrika, pandemi ini masih terkonsentrasi di dan sekitar ibu kota negara, tetapi kami mulai melihat semakin banyak kasus menyebar ke provinsi atau wilayah lain,” kata Moeti.

Dia juga menyebut bahwa sebagian besar kasus corona baru yang terjadi di Afrika merupakan virus yang masuk ke ibu kota melalui penerbangan internasional dari negara-negara di Eropa.

Populasi Afrika yang relatif lebih muda dibandingkan dengan benua lain dan pengalaman dalam menangani wabah disebut-sebut sebagai alasan kenapa Afrika belum melihat tingkat kematian seperti yang dialami di benua lain.

Moeti mengatakan tindakan awal oleh negara-negara di benua tersebut telah membantu menjaga jumlah kasus tetap rendah. Namun demikian, dia tetap memperingatkan para pemegang wewenang untuk terus waspada.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

afrika who covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top