Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polri Bantah Telah Tetapkan Said Didu Sebagai Tersangka

Bareskrim Polri belum menetapkan Said Didu sebagai tersangka perkara pencemaran nama baik Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 11 Juni 2020  |  13:18 WIB
Said Didu. - Bisnis/Abdullah Azzam
Said Didu. - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Polri membantah telah menetapkan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhamad Said Didu sebagai tersangka. Seperti diketahui, Said Didu terseret perkara tindak pidana pencemaran nama baik Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menegaskan bahwa tim penyidik baru melakukan ekspose (gelar) perkara setelah memeriksa para saksi dan mendapatkan dua alat bukti yang cukup terkait kasus pencemaran nama baik Luhut Binsar Panjaitan.

Menurut Argo gelar perkara tersebut dilakukan tim penyidik untuk menentukan status hukum Said Didu sebagai terlapor dalam kasus tersebut di Bareskrim Polri.

"Belum ditetapkan tersangka, jadi masih proses [ekspose] ya," tutur Argo, Kamis (11/6/2020) siang.

Kasus yang menjerat Said Didu berawal dari tayangan video berjudul ‘MSD: LUHUT HANYA PIKIRKAN UANG, UANG, DAN UANG’ yang diunggah di akun YouTube milik Said Didu, akhir Maret lalu. 

Dalam konten berdurasi 22 menit 44 detik tersebut, Said Didu beberapa kali menyinggung eks-Kepala Staf Kepresidenan Indonesia tersebut.  

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan telah meminta Said Didu menyampaikan permohonan maaf atas aksi pernyataan di video tersebut. Namun, Said Didu hanya menyampaikan klarifikasi lewat surat pada 7 April 2020.  

Lantaran tak puas, Luhut melalui kuasa hukumnya melaporkan Said Didu ke Bareskrim Polri pada 8 April 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri Luhut Pandjaitan Said Didu

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top