Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi Bilang Staycation dan Virtual Tourism Jadi Referensi Hiburan New Normal, Apa Itu?

Jokowi menyebut staycation dan virtual tourism akan menjadi pilihan masyarakat di era tatanan hidup yang baru atai new normal. Masyarakta akan mencari hiburan yang tidak melibatkan banyak orang.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  12:21 WIB
Ilustrasi staycation - Istimewa
Ilustrasi staycation - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo melihat akan ada pergeseran referensi hiburan masyarakat. Hal ini seiring dengan kebiasaan baru yang akan muncul usai masa kritis pandemi Covid-19 di berbagai wilayah berakhir.

Presiden menilai staycation dan virtual tourism akan menjadi pilihan masyarakat di era tatanan hidup yang baru atai new normal. Masyarakta akan mencari hiburan yang tidak melibatkan banyak orang.

“Referensi hiburan akan bergeser ke alternatif liburan yang tidak banyak orang, seperti solo travel tour, wellness tour, termasuk di dalamnya juga virtual tourism serta staycation,” kata Presiden membuka rapat terbatas tatanan normal baru di sektor pariwisata yang produktif dan aman Covid-19 melalui video conference, Kamis (28/5/2020).

Staycation bukanlah hal baru. Isitilan ini cukup populer pada generasi milenial sekitar dua tahun terakhir.

Staycation berasal dari dua kata bahasa Inggris yakni stay dan vacation. Stay dapat diterjemahkan menjadi “tinggal”, sedangkan vacation memiliki arti “liburan”.

Cambridge Dictionary, mendefinisikan staycation sebagai liburan yang dilakukan di rumah atau di dekat rumah tanpa pergi atau melakukan perjalanan ke tempat lain. Biasanya hotel dengan interior nyaman atau yang memiliki sejumlah fasilitas tertentu menjadi pilihan.

Mengutip laman Traveloka.com, di Amerika Serikat tren staycation sudah dikenal sejak tahun 2003. Umumnya, hotel, apartemen, dan vila menjadi pilihan favorit tujuan staycation.

Staycation sendiri bisa dilakukan sendiri, bersama teman-teman, atau bahkan bersama keluarga. Baik untuk mengisi hari libur, menghabiskan akhir pekan, atau merayakan sesuatu, seperti hari jadi pernikahan dan ulang tahun.

Sementara itu virtual tour adalah simulasi sebuah lokasi yang ditampilkan dalam medium video atau susunan foto. Perjalanan dalam dunia maya ini juga dapat didukung elemen-elemen multimedia lain, seperti efek suara, musik, narasi, dan teks.

Kehadiran kacamata virtual reality atau VR menjadi salah satu pendukung kenyamanan virtual tour. Seperti diketahui, kacamata ini adalah teknologi yang menciptakan realitas di dunia maya adalah teknologi, yang dapat membuat pengguna seakan berada di suatu lingkungan tertentu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi pariwisata covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top