Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Air France-KLM Akan Pangkas Pekerja dan Kapasitas Penerbangan Domestik

Air France-KLM memulai pembicaraan dengan serikat pekerja untuk mengurangi staf sebagai bagian dari restrukturisasi dalam beberapa bulan mendatang.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  07:23 WIB
Air France - Reuters/Marcus R. Donner
Air France - Reuters/Marcus R. Donner

Bisnis.com, JAKARTA – Air France-KLM memulai pembicaraan dengan serikat pekerja untuk mengurangi staf sebagai bagian dari restrukturisasi dalam beberapa bulan mendatang.

Selain itu, perusahaan yang berbasis di Prancis ini juga akan mengurangi kapasitas penerbangan dalam negeri hingga 40 persen pada akhir tahun 2021.

Chief Executive Officer Air France-KLM, Ben Smith mengatakan dalam rapat umum pemegang saham pada Selasa (26/5/2020) bahwa lini usaha maskapai di Belanda, KLM, telah menawarkan pengunduran diri sukarela terhadap semua karyawan mulai 1 Juni mendatang.

Sebuah proyek serupa tengah dibahas dengan serikat pekerja di Air France yang juga akan mendorong karyawan untuk pindah ke Paris dari wilayah Prancis lainnya.

“Skema sukarela mungkin tidak cukup untuk menyelamatkan divisi Prancis, yang akan berupaya memenuhi target yang lebih ketat dan mencapai BEP tahun depan,” kata Smith, seperti dikutip Blomberg.

Air France-KLM terhuyung-huyung oleh penurunan tajam permintaan akibat pandemi virus corona. Perusahaan juga tengah dalam pembicaraan dengan pemerintah Belanda untuk pinjaman dan jaminan sebanyak 4 miliar euro ($ 4,4 miliar) setelah mendapat 7 miliar euro dari Prancis.

Smith berjanji akan melakukan pembenahan di Air France dengan mengurangi penerbangan domestik termasuk pada rute yang telah memiliki layanan kereta api.

Smith mengatakan meningkatnya kecenderungan pegawai melakukan konferensi video dan bekerja dari rumah dapat mengganggu lalu lintas bisnis dan menyulitkan momentum kebangkitan industri penerbangan.

"Pemulihan kapasitas dan permintaan masih belum pasti. Pemulihan diperkirakan lambat, sekitar dua hingga tiga tahun mendatang," ungkapnya.

Air France juga akan menunda pembelian pesawat Airbus SE A350 dan pesawat Boeing Co. 787, dan dapat membatalkan rencana pembelian beberapa pesawat berbadan lebar jika diperlukan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat maskapai penerbangan air france
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top