Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Covid-19, Mahfud MD Sebut New Normal Masih Wacana

Mahfud MD menyatakan bahwa kondisi kenormalan yang baru atau new normal dalam menghadapi pandemi Covid-19 masih sebatas wacana.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  19:13 WIB
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukkam) Mahfud MD memberi sambutan pada pembukaan Kongres ke-XXXII HMI di Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (1/3/2020). Koordinator Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahfud MD berharap kepada Kongres ke XXXII HMI dengan agenda pemilihan Ketua Umum PB HMI harus bersatu demi terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur. ANTARA FOTO - Jojon
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukkam) Mahfud MD memberi sambutan pada pembukaan Kongres ke-XXXII HMI di Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (1/3/2020). Koordinator Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahfud MD berharap kepada Kongres ke XXXII HMI dengan agenda pemilihan Ketua Umum PB HMI harus bersatu demi terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur. ANTARA FOTO - Jojon

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI Mahfud MD menyatakan bahwa kondisi kenormalan yang baru atau new normal dalam menghadapi pandemi Covid-19 masih sebatas wacana.

"Mengenai membuat kenormalan yang baru ini, karena sesuatu yang tidak bisa dihindari," kata Mahfud pada kegiatan halal bihalal dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui daring di Solo, Jawa Tengah, Selasa (26/5/2020).

Dia mengatakan masa pandemi Covid-19 ini juga tidak bisa dihadapi dengan cara mengurung diri. Menurutnya, masyarakat mau tidak mau harus menyesuaikan dengan keadaan yang ada, tapi tetap harus menjaga diri.

"'Lockdown itu sebetulnya bagus, namun demikian dalam kondisi seperti ini justru yang membunuh itu kalau di-lockdown," ujarnya.

Oleh karena itu, meski tetap harus mewaspadai wabah tersebut, dia meminta masyarakat untuk tidak takut secara berlebihan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Apalagi, dikatakannya, Covid-19 bukan merupakan pembunuh utama di Indonesia.

"Saya ada data, dari awal Januari hingga akhir April, tepatnya selama 131 hari jumlah rata-rata korban meninggal akibat Covid-19 di Indonesia sebanyak 17 orang/hari. Kalau akibat kecelakaan ternyata sembilan kali lebih banyak dan yang meninggal akibat Aids berkali-kali lebih banyak," katanya.

Sementara itu, mengenai tudingan sejumlah pihak bahwa pemerintah terkesan tidak serius dalam mengantisipasi pandemi Covid-19 di Indonesia, dia menampik hal tersebut mengingat sudah banyak upaya pencegahan yang dilakukan.

"Ada pihak yang mengatakan bahwa pemerintah main-main, padahal awal-awal Corona pemerintah sudah mengantisipasi lama. Corona itu muncul pertama pada akhir Desember 2019 dan Wuhan mulai di-lockdown pada tanggal 23 Januari," ucap Mahfud.

Mahfud mengatakan lebih tepatnya pada 28 Januari 2020 pemerintah mulai menutup rute penerbangan Jakarta - Beijing.

"Bahkan kami juga menjemput WNI yang saat itu masih ada di Wuhan. Pada 6 Februari saya dengan Pak Terawan (Menteri Kesehatan) berkomunikasi tentang membuat rumah sakit khusus Covid-19. Selanjutnya pada 2 Maret baru ada temuan awal," jelasnya.

Mahfud mengklaim bahwa Indonesia merupakan negara terakhir di Asia Tenggara yang dimasuki oleh virus tersebut. Dia mengatakan itu menandakan bahwa pemerintah serius menghadapi pandemi Covid-19.

"Menghadapi hal ini saya minta kepada masyarakat agar jangan terlalu mengentengkan tetapi juga jangan takut betul. Mau tidak mau kita harus terbiasa menghadapi itu," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahfud md Virus Corona covid-19 New Normal

Sumber : Antara

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top