Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

74 Ribu Kendaraan Gagal Mudik Lebaran

Sebanyak 74 ribu kendaraan yang berusaha melintasi perbatasan Jabodetabek untuk mudik Lebaran diputar balik oleh polisi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Mei 2020  |  10:06 WIB
Kendaraan melintas di pintu Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2020). Menjelang Lebaran, salah satu titik kepadatan arus mudik di ruas tol Cikampek terpantau sepi dikarenakan adanya larangan mudik dari Pemerintah demi mencegah penyebaran wabah COVID-19. ANTARA FOTO - Nova Wahyudi
Kendaraan melintas di pintu Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2020). Menjelang Lebaran, salah satu titik kepadatan arus mudik di ruas tol Cikampek terpantau sepi dikarenakan adanya larangan mudik dari Pemerintah demi mencegah penyebaran wabah COVID-19. ANTARA FOTO - Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 74 ribu kendaraan yang berusaha melintasi perbatasan Jabodetabek untuk mudik Lebaran diputar balik oleh polisi.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Polisi Istiono mengatakan data itu tercatat sampai hari ke-30 penyekatan Jabodetabek dalam Operasi Ketupat 2020.  

"Sebanyak 74 ribu kendaraan itu mengarah dari Jakarta ke Jawa Timur dan Sumatra," kata Istiono saat dikonfirmasi Senin (25/5/2020).

Di antara ribuan kendaraan mudik Lebaran yang gagal keluar Jabodetabek, sebanyak 605 kendaraan di antaranya merupakan travel gelap.

Ratusan travel gelap itu berusaha menyelundupkan pemudik yang nekat pulang kampung di tengah wabah Covid-19.

Istiono mengatakan, pihaknya menahan ratusan kendaraan travel gelap itu dan memberikan surat tilang kepada pengemudinya. 

"Ada 605 yang kami kandangkan," ujar Istiono.

Sebelumnya, pemerintah telah menerapkan larangan mudik Lebaran 2020 bagi warga Jabodetabek.

Aturan ini merupakan perintah daur Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mencegah penyebaran virus corona karena wilayah Jakarta dan sekitarnya merupakan episentrum Covid-19.

Polda Metro Jaya pun telah menyiagakan 18 pos pantau yang akan tersebar di 18 titik perbatasan Jabodetabek untuk mencegah warga Jabodetabek mudik Lebaran.

Pos penyekatan pemudik ini beroperasi sejak Jumat, 24 April 2020 hingga berlangsung hingga H+7 Lebaran. 

Kendati dilarang mudik Lebaran, masyarakat Jabodetabek tetap bisa saling mengunjungi kota tetangga di masa pandemi ini. Aturan ini yang diperkirakan akan dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan mudik lokal. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mudik Lebaran kendaraan

Sumber : Tempo.co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top