Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

China Bakal Tingkatkan Rasio Utang untuk Pemulihan Ekonomi

Rasio utang pemerintah China yang mencapai 38,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2019, masih relatif rendah secara global.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 24 Mei 2020  |  17:18 WIB
Properti di Guangzhou, China, terlihat dari bawah Jembatan Liede di atas Sungai Mutiara./Bloomberg - Qilai Shen
Properti di Guangzhou, China, terlihat dari bawah Jembatan Liede di atas Sungai Mutiara./Bloomberg - Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana negara China untuk menaikkan tingkat utang untuk menstimulasi permintaan (demand) dan memerangi dampak ekonomi dari pandemi virus corona (Covid-19) dinilai layak dan perlu oleh Pejabat Senior Badan Perencanaan Ekonomi negara tersebut.

Rencana Pemerintah China untuk meningkatkan defisit fiskal dan menerbitkan anti-virus government bonds, skala pinjaman yang memperhitungkan dampak ekonomi, serta kebutuhan untuk mengendalikan risiko terkait utang, merupakan langkah khusus dalam menanggapi situasi yang dinilai belum pernah terjadi sebelumnya.

Hal ini disampaikan oleh Pejabat Senior di Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China Cong Liang, termasuk yang dilansir melalui Bloomberg, Minggu (24/5/2020).

"Tingkat utang yang tepat dapat membantu pembangunan ekonomi dan sosial, dan pembangunan ekonomi dan sosial yang sehat dapat membantu mengendalikan tingkat utang," katanya.

Menurutnya, rasio utang pemerintah China yang mencapai 38,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2019, masih relatif rendah secara global.

"Kita perlu menghadapi kenyataan dan meningkatkan tingkat utang yang sesuai," tutur Cong.

Adapun, China telah menyatakan akan meningkatkan pinjaman pemerintah secara signifikan dan memperluas permintaan domestik sejalan dengan pendapatan yang menurun dan pertumbuhan ekonomi melambat ke level terendah dalam beberapa dekade.

Perdana Menteri Li Keqiang juga menjanjikan defisit fiskal akan melebihi 3,6 persen dari PDB, tingkat tertinggi dalam setidaknya satu dekade, di samping dana sisa yang sebesar 3 triliun yuan (US$420,8 miliar), 1 triliun yuan utang anti-virus dan utang lokal khusus 3,75 triliun yuan untuk membiayai pembangunan infrastruktur.

Menurut ekonom di Standard Chartered Plc, rasio defisit fiskal yang diperbesar ini dapat mencapai sekitar 11 persen.

Jika pemerintah China menghabiskan semua yang telah direncanakan, maka rasio defisit fiskal diperkirakan naik 5,5 persen dari PDB dibandingkan dengan tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china ekonomi china
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top