Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sidang Isbat Lebaran 2020, Hilal Belum Tampak Sore Ini

Secara hisab, Pakar astronomi dari Tim Falakiyah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya menuturkan, awal Syawal 1441H jatuh pada hari Minggu.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  18:14 WIB
Ilustrasi - Mahasiswa mengamati posisi hilal (bulan) saat dilakukan rukyatul hilal guna menentukan 1 Syawal 1440 H, di IAIN Madura, Pamekasan, Madura, Senin (3/6/2019). Hilal gagal dilihat karena terhalang awan. - ANTARA/Saiful Bahri
Ilustrasi - Mahasiswa mengamati posisi hilal (bulan) saat dilakukan rukyatul hilal guna menentukan 1 Syawal 1440 H, di IAIN Madura, Pamekasan, Madura, Senin (3/6/2019). Hilal gagal dilihat karena terhalang awan. - ANTARA/Saiful Bahri

Bisnis.com, JAKARTA — Pakar astronomi dari Tim Falakiyah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya menegaskan tidak ada referensi empirik visibilitas atau ketampakan hilal awal Syawal 1441H bisa teramati di seluruh wilayah Indonesia pada Jumat (22/5/2020) ini.

“Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif antara minus 5,29 sampai dengan minus 3,96 derajat. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari,” kata Cecep melalui keterangan tertulis yang diterima Bisnis, di Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Cecep menuturkan, Kementerian Agama melalui Tim Falakiyah melakukan pengamatan hilal di 80 titik di seluruh Indonesia. Dia menuturkan penetapan awal bulan hijriyah didasarkan pada hisab dan rukyat. Proses hisab sudah ada dan dilakukan oleh hampir semua ormas Islam.

“Saat ini, kita sedang melakukan proses rukyat, dan sedang menunggu hasilnya,” ujarnya.

Secara hisab, dia menuturkan, awal Syawal 1441H jatuh pada hari Minggu. “Ini sifatnya informatif, konfirmasinya menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat,” tambahnya.

Dia menerangkan rukyat adalah observasi astronomis. Karena itu, dia menggarisbawahi, harus ada referensinya.

“Kalau ada referensinya diterima, sedang kalau tidak berarti tidak bisa dipakai,” tuturnya.

Sebelumnya, Peneliti dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyatakan hilal dapat dilihat dengan mata telanjang pada 23 Mei 2020 menjelang magrib, sehingga 1 Syawal 1441 Hijriah diprediksi jatuh pada 24 Mei 2020.

Peneliti astronomi dan astrofisika pada Pusat Sains Antariksa Lapan Rhorom Priyatikanto mengatakan pada 22 Mei 2020, bulan belum konjungsi dengan matahari dan masih berada di bawah ufuk saat maghrib.

Konjungsi bulan dan matahari, jelasnya, terjadi pada 23 Mei 2020 pukul 00.39 WIB, sehingga ada kemungkinan tidak dapat melihat hilal pada 22 Mei petang.

"Secara default, akan dilakukan istikmal atau menggenapkan Ramadan menjadi 30 hari. 1 Syawal akan jatuh pada tanggal 24 Mei 2020," ujarnya, Jumat (22/5/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lebaran idulfitri sidang isbat
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top