Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hampir 100.000 WNI Direpatriasi, Paling Banyak dari Malaysia

Sebanyak 16.954 orang merupakan anak buah kapal (ABK), 76.536 WNI kembali dari Malaysia. Adapun repatriasi mandiri sebanyak 5.608 orang.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  18:39 WIB
Sejumlah warga negara Indonesia berada di pesawat Garuda yang disewa khusus di Bandar Udara Internasional Velana, Maldives, Jumat (1/5 - 2020) malam. KBRI Colombo merepatriasi mandiri gelombang kedua dengan memulangkan 347 pekerja migran Indonesia dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Covid/19. /ANTARA
Sejumlah warga negara Indonesia berada di pesawat Garuda yang disewa khusus di Bandar Udara Internasional Velana, Maldives, Jumat (1/5 - 2020) malam. KBRI Colombo merepatriasi mandiri gelombang kedua dengan memulangkan 347 pekerja migran Indonesia dari Sri Lanka dan Maladewa ke Indonesia akibat pandemi Covid/19. /ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Total jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang kembali dari luar negeri atau melakukan repatriasi mencapai 99.098 orang per 18 Mei 2020.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam diskusi bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Selasa (19/5/2020). Dia memerinci, sebanyak 16.954 orang berasal dari anak buah kapal (ABK).

Sementara itu, sebanyak 76.536 WNI kembali dari Malaysia. Adapun repatriasi mandiri sebanyak 5.608 orang.

“Pemerintah berusaha keras memfasilitasi kepulangan WNI dari luar negeri. Tentunya hal ini tidak mudah di tengah berbagai pembatasan yang dilakukan oleh berbagai negara baik penutupan, penghentian sementara penerbangan maupun kebijakan pembatasan lainnya,” ujarnya.

Setibanya di Tanah Air, seluruh WNI harus mengikuti protokol kesehatan baru yang berlaku, yang dirangkum dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan No. 313/2020.

Setiap WNI yang sudah membawa hasil PCR dan hasilnya negatif, maka akan dilakukan pemeriksaan kesehatan. Jika tidak ditemukan gejala apapun maka yang bersangkutan dapat kembali ke rumah dan tetap harus melakukan karantina mandiri

Sementara bagi WNI yang tidak membawa hasil tes atau memang belum melakukan tes Covid-19, setibanya akan dilakukan pengecekan kesehatan baik melalui PCR maupun rapid test.

Rapid test akan dilakukan sebanyak 2 kali. Sementara menunggu tes diulang, WNI yang baru tiba akan ditempatkan di tempat karantina yang disediakan oleh pemerintah. Jika hasilnya positif atau reaktif, maka akan dirujuk ke rumah sakit rujukan.

Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi kasus impor. “Ini semua adalah demi melindungi warga negara Indonesia itu sendiri dan keluarganya yang ada di Indonesia serta masyarakat sekitarnya.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia wni covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top