Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jual Masker dan Alat Tes Corona, Facebook Hapus 2,5 Juta Konten

Langkah penghapusan konten tersebut untuk mencegah praktik manipulasi harga dan penjualan barang palsu
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Mei 2020  |  05:56 WIB
Stiker dengan logo Facebook terlihat dalam konferensi F8 yang digelar Facebook di San Jose, California, AS, Selasa (30/4/2019). - Reuters/Stephen Lam
Stiker dengan logo Facebook terlihat dalam konferensi F8 yang digelar Facebook di San Jose, California, AS, Selasa (30/4/2019). - Reuters/Stephen Lam

Bisnis.com, JAKARTA— Facebook Inc., pengembang platform media sosial menghapus 2,5 juta konten yang berisi tentang penawaran masker dan alat tes virus corona.

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (13/5/2020), perusahaan teknologi itu menghapus konten yang berisi tentang penawaran masker, cairan pembersih, tisu basah dan alat tes virus corona. Facebook juga menghapus kiriman berisi informasi yang membahayakan kesehatan seperti dorongan kepada pengguna agar meminum cairan pemutih pakaian sebagai penangkal virus corona.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah praktik manipulasi harga atau penjualan barang palsu dan berbahaya oleh pengguna. Setidaknya, hingga 1 Maret 2020 2,5 juta konten telah dihapus.

Perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu menggunakan teknologi pengenalan gambar yang telah digunakan pada penjualan senjata api dan narkoba. Facebook pun menggunakan fitur kecerdasan buatannya atau artificial intelligence (AI) untuk menangani kenaikan pada konten terkait dengan virus corona yang melanggar kebijakan perusahaan.

Data terbaru terkait dengan virus corona dirilis pada Selasa (12/5/2020) yang merupakan perubahan terbaru dari laporan dua tahunan yang khusus membahas sisi gelap pengguna platform yang diciptakan 2004 itu.

Sejak Oktober 2019 hingga Maret 2020, sekira 90 persen konten telah ditarik. Pada kuartal I/2020, 1,7 miliar akun palsu, 39,5 juta konten porno dan 7,9 juta kiriman berisi tentang obat ilegal.

Terdapat 15.000 moderator konten di seluruh dunia yang bekerja dalam penanganan masalah penggunaan Facebook. Nantinya, perusahaan akan menggunakan teknologi AI sehingga semakin sensitif terhadap batasan perusahaan dan perbedaan bahasa.

“Sayangnya, kami berharap membuat lebih banyak kesalahan sampai kami bisa meningkatkan segalanya,” ujar CEO Facebook Mark Zuckerberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

facebook Virus Corona masker rapid test

Sumber : Bloomberg

Editor : Duwi Setiya Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top