Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bareskrim Periksa Pejabat Imigrasi Tanjung Priok dan Pemalang

Pemeriksaan terkait kasus meninggalnya sejumlah ABK Indonesia yang diduga mengalami eksploitasi di kapal ikan berbendera China.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 12 Mei 2020  |  20:21 WIB
Ilustrasi / Kapal Longxing 802 milik Dalian Ocean Fishing Co., Ltd. Foto wcpfc.int
Ilustrasi / Kapal Longxing 802 milik Dalian Ocean Fishing Co., Ltd. Foto wcpfc.int

Bisnis.com, JAKARTA - Bareskrim Polri memeriksa pejabat Imigrasi Tanjung Priok Jakarta Utara dan Pemalang Jawa Tengah yang telah mengeluarkan paspor untuk 14 anak buah kapal (ABK) yang bekerja di Kapal Long Xing 629 milik China.

Pemeriksaan terkait kasus meninggalnya sejumlah ABK Indonesia yang diduga mengalami eksploitasi di kapal ikan berbendera China itu dilakukan pada hari ini Selasa (12/5/2020).

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo menyebut bahwa ada 10 ABK yang memiliki paspor asal Imigrasi Pemalang dan empat ABK memiliki paspor asal Imigrasi Tanjung Priok.

Menurutnya, tim penyidik masih mendalami alasan pihak Imigrasi Tanjung Priok dan Pemalang yang telah mengeluarkan paspor untuk para ABK itu.

"Jadi para ABK ini memiliki paspor keluaran dari Imigrasi Tanjung Priok dan Pemalang, sehingga kami melakukan pemeriksaan di dua Imigrasi itu," tuturnya, Selasa (12/5/2020).

Ferdy juga menjelaskan pihaknya telah memeriksa 14 ABK yang dipulangkan dari China ke Indonesia. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata Ferdy, ditemukan sejumlah bukti ada perbudakan dan eksploitasi terhadap ABK asal Indonesia yang bekerja di Kapal Long Xing 629 milik China.

"Memang berdasarkan temuan sementara, ada peristiwa perbudakan dan ekspolitasi terhadap seluruh ABK Indonesia," katanya.

Menurut Ferdy, tim penyidik tidak perlu menunggu adanya laporan dari masyarakat terkait perkara itu, tetapi Polri hanya butuh laporan tipe A. Menurut Ferdy, laporan tipe A adalah aduan yang dibuat oleh internal Kepolisian sesuai Pasal 5 Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2020 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana yang disebutkan ada dua aduan yaitu tipe A dan tipe B.

Dia menjelaskan bahwa laporan tipe A merupakan laporan atau aduan yang dibuat anggota Polri atas pengalaman , mengetahui atau menemukan suatu peristiwa secara langsung. Sementara, laporan tipe B adalah laporan yang berasal dari masyarakat.

"Kami akan selidiki dan dalami kasus ini," katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bareskrim abk
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top