Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tokoh Poligami Angola Meninggal, Tinggalkan 42 Istri dan 156 Anak

Francisco Tchikuteny Sabalo atau yang dijuluki Big Dad meninggal dunia karena kanker prostat, pada usia 70 tahun.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 24 April 2020  |  15:37 WIB
Tokoh masyarakat yang dikenal sebagai tokoh poligami di Angola meninggal dunia, Francisco Tchikuteny Sabalo meninggal dunia. Pria yang dikenal dengan Pai Grande atau Big Dad.
Tokoh masyarakat yang dikenal sebagai tokoh poligami di Angola meninggal dunia, Francisco Tchikuteny Sabalo meninggal dunia. Pria yang dikenal dengan Pai Grande atau Big Dad.

Bisnis.com, JAKARTA – Francisco Tchikuteny Sabalo, tokoh masyarakat yang dikenal sebagai tokoh poligami di Angola meninggal dunia pada Selasa (14/4). Pria yang dikenal dengan “Pai Grande” atau “Big Dad” itu meninggalkan 42 istri, 156 anak dan 250 cucu.

Proses pemakamannya yang dilakukan pada Minggu (19/4/2020) menarik perhatian setidaknya seribu orang warga yang datang untuk menyampaikan penghormatan terakhir mereka kepadanya.

Para pelayat Sabalo saling berpelukan, menangis, bernyanyi, dan berdiri berdekatan kendati ada seruan untuk menjaga jarak dan larangan melakukan pertemuan lebih dari 50 orang dari presiden, atas respons pandemi Covid-19.

Dilansir dari VOA News, Sabalo yang berusia 70 tahunan itu meninggal meninggal karena kanker prostat. Dia telah mengupayakan pengobatannya di Luanda dan beberapa tempat lain. Akan tetapi pada akhirnya dia memutuskan kembali ke kediamannya.

“Jika Tuhan memanggilnya, setidaknya dia meninggal didampingi istri dan anak-anaknya,” kata seorang putranya bernama Lumbaneny Sabalo.

Prosesi pemakaman Francisco Tchikuteny Sabalo atau yang disapa Big Dad./sumber foto: VOA

Sabalo merupakan orang yang menghargai keluarga dan pendidikan. Dia juga seorang jemaat gereja aktif di New Ecclesiastic Order of Angola. DIa dimakamkan di tempat pemakaman terdekat yang didedikasikan untuk keluarganya.

Keluarga itu termasuk 42 istri saat ini, 7 yang lainnya telah meninggalkan keluarga sebelumnya. Kendati hukum di Angola melarang poligami, tetapi prakteknya marak dilakukan masyarakat Kristen di negara tersebut.

Istri pertamanya, Eva Domingos Bartolomeu mengatakan bahwa dirinya berharap keluarga itu akan tetap bersatu, sesuai dengan keinginan Sabalo, “Aku akan melakukan apa saja untuk memberi makan anak-anak supaya tetap sehat,” katanya.

Keluarga besar itu hidup bergantung pada hasil pertanian seperti tanaman tomat, kol, bawang, paprika, dan jagung. Mereka juga beternak domba, kambing, dan sapi yang hasilnya dijual di pasar.

Keluarga yang ditinggal Francisco Tchikuteny Sabalo/sumber foto: VOA

Pada 2015, Sabalo mengatakan bahwa dia sangat menghargai pendidikan dan telah menghabiskan lebih dari US$1.500 per tahun untuk perlengkapan sekolah anak-anaknya. Dia menyatakan sangat ingin melihat beberapa anaknya terjun ke dunia sains dan teknologi.

Dilaporkan VOA bahwa tiga anak perempuannya saat ini sedang mempelajari ilmu kedokteran dan dua orang putranya sedang belajar ilmu komputer di tingkat sekolah menengah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

meninggal poligami
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top