Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jika Covid-19 Berlanjut Sampai 2021, Mendagri Tito: Pemda Harus Siap!

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan beberapa skenario pandemi Covid-19, untuk pertimbangan kebijakan pemerintah daerah.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 23 April 2020  |  13:25 WIB
Mendagri Tito Karnavian - Antara/Boyke Ledy Watra
Mendagri Tito Karnavian - Antara/Boyke Ledy Watra

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pemerintah daerah harus memiliki kebijakan dan perencanaan untuk mengantisipasi jika pandemi virus Corona atau Covid-19 belum reda dalam waktu dekat ini.

Dia juga mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah pemulihan (recovery) setelah pandemi Covid-19 berakhir. Hal ini diungkapnya ketika menghadiri acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi DKI Jakarta tingkat provinsi secara virtual, Kamis (23/4/2020).

"Kita harus membuat perencanaan dan mengambil keputusan di tengah ketidakpastian. Sehingga rencana yang perlu diambil tidak bisa hanya satu, tapi harus disertai opsi," ujar Tito, Kamis (23/4/2020).

Tito mengungkapkan ada dua skenario yang harus diperhatikan oleh Pemda dalam menghadapi pandemi Covid-19. Skenario pertama, apabila Covid-19 belum berakhir pada 2020 atau masih mewabah hingga memasuki tahun anggaran 2021.

Apabila hal tersebut terjadi, dia menyarankan Pemda untuk fokus pada dukungan terhadap program yang mendesak di daerah dan program strategis sambil terus melanjutkan program prioritas penanganan Covid-19.

Menurutnya, program strategis yang perlu dilakukan antara lain adalah pencegahan penyebaran Covid-19, peningkatan sistem kekebalan tubuh, peningkatan kapasitas sistem kesehatan, peningkatan ketahanan pangan dan industri alat kesehatan, serta memperkuat jaring pengaman sosial.

Skenario kedua, yaitu apabila Covid-19 berakhir di tahun 2020. Tito menyarankan Pemda menjalankan pemulihan ekonomi di sektor-sektor prioritas.

Sektor-sektor prioritas yang dimaksud antara lain adalah pariwisata, perdagangan, industri manufaktur, jasa modern, UMKM, dan properti. Pemda juga diminta untuk mempermudah investasi guna membuka lapangan pekerjaan.

"Selain itu tentu visi-misi bapak Presiden [Joko Widodo] agar dapat betul-betul dilanjutkan secara bertahap di tahun 2021. Saya kira ada dua skenario ini yang perlu dipikirkan dan diakomodasi dalam penyusunan rencana kerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun 2021," jelasnya.

Musrenbang tingkat Provinsi DKI Jakarta ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah bersama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria beserta jajaran turut hadir dalam musyawarah virtual ini, untuk memutuskan strategi pembangunan Ibu Kota pada 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemda Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top