Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Virus Corona di Bogor Meningkat Drastis

Untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) masyarakat harus menaati pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 April 2020  |  22:37 WIB
Sejumlah petugas medis memakamkan jenazah pasien positif COVID-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (28/3/2020). - ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Sejumlah petugas medis memakamkan jenazah pasien positif COVID-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (28/3/2020). - ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, CIBINONG, Bogor - Pemerintah Kabupaten Bogor mencatatkan ada 16 orang pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal sebelum dinyatakan positif ataupun negatif virus Corona (Covid-19).

Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah mengungkapkan bahwa selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB), terjadi lonjakan kasus. Sebelumnya, telah ada 438 PDP yang sudah selesai diawasi, ada sebanyak 16 pasien yang meninggal sebelum dinyatakan positif ataupun negatif Covid-19 melalui hasil swap.

"Hari ini jumlah yang terkonfirmasi positif bertambah sangat banyak, yaitu 31 orang," kata Rabu (22/4/2020).

Perempuan yang akrab disapa Ipah itu mengatakan, sebagian besar pasien baru positif Covid-19 itu bekerja dan dirawat inap di DKI Jakarta. Sebanyak 28 orang tercatat bekerja dan dirawat di RS di Jakarta, sedangkan tiga orang lagi adalah ibu dan dua anaknya juga dirawat di Jakarta.

Ipah yang juga bertugas sebagai Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daeran (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor membeberkan lokasi tinggal dari 31 pasien positif Covid-19 baru itu:

empat orang berdomisili di Kecamatan Bojonggede

sembilan pasien dari Gunung Putri

sepuluh pasien dari Cileungsi.

Dua pasien dari Gunung Sindur 

empat pasien dari Cibinong

satu pasien dari Babakan Madang dan Kemang.

Hingga Rabu (22/4/2020) malam, Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat jumlah positif terinfeksi virus corona Covid-19 di Kabupaten Bogor sebanyak 94 pasien.

"Total ada 94 kasus positif Covid-19, tujuh di antaranya sudah sembuh dan lima meninggal dunia," tuturnya.

Di samping itu Pemkab Bogor juga mencatat ada sebanyak 1.222 orang dalam pemantauan (ODP), 833 di antaranya sudah selesai dipantau, dan 772 pasien dalam pengawasan (PDP), 438 di antaranya sudah selesai diawasi.

Dia mengatakan, dari 438 PDP yang sudah selesai diawasi, ada sebanyak 16 pasien yang meninggal sebelum dinyatakan positif ataupun negatif COVID-19 melalui hasil swap.

Sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin menyayangkan masih banyaknya warga Kabupaten Bogor yang diwajibkan "ngantor" ke wilayah Jakarta meski dalam kondisi PSBB.

Kondisi itu, dia ketahui ketika melakukan kunjungan ke stasiun-stasiun kereta rel listrik (KRL) di Kabupaten Bogor pada Senin (20/4/2020) dan menanyakan langsung ke beberapa penumpang KRL.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

meninggal bogor Virus Corona Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Sumber : Antara

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top