Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengunduran Diri Belva Devara dari Stafsus Presiden Picu Polemik

Keputusan Belva Devara untuk mengundurkan diri dari Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi memicu polemik dari berbagai kalangan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 April 2020  |  08:23 WIB
Presiden Joko Widodo bersama staf khusus (kiri ke kanan) CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, Peraih beasiswa kuliah di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia dan Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Aminuddin Ma'ruf di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11/2019). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo bersama staf khusus (kiri ke kanan) CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, Peraih beasiswa kuliah di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia dan Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Aminuddin Ma'ruf di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11/2019). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Keputusan Belva Devara untuk mengundurkan diri dari Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi memicu polemik dari berbagai kalangan.

Wakil Ketua Fraksi PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay menilai pengunduran diri itu adalah haknya Belva dan Presiden Jokowi telah memberikan persetujuan atas permohonan mundur tersebut.

Hanya saja menilik dari isi surat terbuka yang disampaikan Belva, anggota Komisi IX DPR yang menangani masalah pendidikan tersebut itu menilai kalau alasan pengunduran diri itu lebih pada menghindari persepsi yang bervariasi tentang posisinya sebagai staf khusus presiden.

Di dalam surat pengunduran diri itu dijelaskan ada kaitannya dengan proses verifikasi mitra Kartu Prakerja. “Pengunduran diri itu belum tentu serta merta akan menghilangkan polemik dan perdebatan di publik,” kata Saleh.

Saleh melihat polemik itu sendiri muncul sebagai respons terhadap pemilihan perusahaan dan aplikasi program pendidikan Ruangguru yang ditunjuk sebagai mitra pelaksana Kartu Prakerja. Sebetulnya semua biasa saja, tetapi menjadi luar biasa karena Belva adalah CEO Ruangguru itu sendiri.

“Orang menganggap itu tidak pantas. Ada kesan bahwa penunjukan itu tidak objektif, dan menurut saya kesan itu wajar. Sebab, pada saat proses penunjukan, Belva masih berstatus aktif sebagai Staf Khusus Presiden,” kata Saleh dalam pesan singkatnya, Rabu (22/4/2020).

Saleh mengatakan yang dipersoalkan adalah proses penunjukan lembaganya sebagai mitra kartu prakerja. Kalau itu masalahnya, bukankah sebaiknya prosesnya yang dijelaskan secara terbuka. Dengan begitu, semua orang menilai bahwa itu wajar.

“Kalau mundur seperti ini, bisa jadi orang malah menyangka bahwa ada sesuatu yang tidak wajar. Bahkan, ketidakwajaran itu ditunjukkan oleh sikap Belva sendiri. Buktinya tidak wajar, dia mengundurkan diri," kata Saleh.

Sementara itu, pengamat Politik, Ujang Komarudin mengatakan langkah Belva seharusnya diikuti pula oleh Andi Taufan Garuda Putra untuk mundur dari Staf Khusus Milenial Presiden.

Ujang menilai Andi Taufan juga telah melakukan blunder besar dengan mengirim surat ke para camat dengan disisipi kepentingan perusahannya, namun menggunakan kop surat Staf Kepresidenan.

"Kesalahan Taufan juga fatal dan tidak bisa ditolerir. Andi Taufan juga harus gentleman seperti Belva," kata Ujang.

Dosen Universitas Al Azhar itu mengatakan mundurnya Belva Devara dan diikuti Andi Taufan menjadi langkah terbaik untuk meminimalisir kegaduhan.

"Mundur adalah langkah terbaik bagi keduanya agar tidak ada konflik kepentingan dan agar tidak kebablasan." tutur Ujang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Staf Khusus Presiden Jokowi Jokowi
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top