Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pasien Positif Covid-19 di Karanganyar Meninggal, dari Klaster Gowa

Pasien positif tertular Virus Corona (Covid-19) asal Sewurejo, Mojogedang, Karanganyar, dari klaster Gowa, meninggal dunia pada Kamis (16/4/2020). Pasien berinisial CW, 75 tahun, itu sebelumnya dinyatakan positif pada Jumat (10/4/2020).
Candra Mantovani
Candra Mantovani - Bisnis.com 16 April 2020  |  20:50 WIB
Pasien Positif Covid-19 di Karanganyar Meninggal, dari Klaster Gowa
RSUD Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Foto: Google Maps April 2019
Bagikan

Bisnis.com, KARANGANYAR - Pasien positif tertular Virus Corona (Covid-19) asal Sewurejo, Mojogedang, Karanganyar, dari klaster Gowa, meninggal dunia pada Kamis (16/4/2020). Pasien berinisial CW, 75 tahun, itu sebelumnya dinyatakan positif pada Jumat (10/4/2020).

Peserta Ijtima Ulama Dunia Zona Asia 2020 di Gowa, Sulawesi Selatan, itu meninggal pada Kamis sekitar pukul 16.00 WIB. Bupati Karanganyar, Juliyatmono, selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karanganyar mengonfirmasi adanya tambahan pasien positif Covid-19 yang meninggal duni.

Menurut Juliyatmono, CW sebelumnya sudah sempat dikarantina di RSUD Karanganyar selama 14 hari. Namun, lantaran kondisi fisiknya yang membaik, CW diperbolehkan karantina mandiri di rumah.

“Iya yang di Sewurejo meninggal sore tadi. Yang bersangkutan sudah lebih dari 14 hari diisolasi di RSUD Karanganyar. Terus kan hasilnya baik, lalu minta izin pulang isolasi mandiri. Di rumah, hasil lab keluar dan positif,” ucap dia kepada wartawan Kamis malam (16/4/2020), seperti dilaporkan Solopos.com.

Juliyatmono menjelaskan pada Senin (13/4/2020) pasien positif Covid-19 asal Mojogedang, Karanganyar, itu menjalani pemeriksaan swab kedua. Setelah menjalani swab, CW kembali menjalani karantina mandiri di rumah hingga akhirnya meninggal pada Kamis sore.

Mogok Makan

“Saat di swab itu, dia minta balik ke rumah lagi. Soalnya kalau dikarantina di rumah sakit nanti stres, tidak mau makan. Dia protes mogok makan. Kemudian diizinkan. Hasil swab kedua belum keluar karena baru dilakukan Senin kemarin,” imbuh dia.

Juliyatmono menjelaskan proses pemakaman langsung dilakukan Kamis malam oleh petugas medis RSUD Karanganyar sesuai protokol Covid-19. Menurutnya, sama halnya dengan sebelumnya, warga bergotong-royong menggali kuburan untuk pemakaman.

“Masyarakat sudah dikondisikan. Sudah membantu gali liang lahat. Kami jaga semua supaya masyarakat tahu. Mudah-mudahan lancar,” kata dia.

Pasien positif Covid-19 asal Mojogedang, Karanganyar, itu diisolasi mandiri bersama 21 keluarga berisi 63 jiwa di rumah masing-masing. Juliyatmono akan melihat kondisi terbaru warga sekitar yang isolasi khususnya istri CW. Istri CW akan menjalani tes swab dalam waktu dekat.

“Nanti akan kami lihat lagi 14 hari berikutnya dan situasi psikologi masyarakat di sana. Yang harus dijaga juga istrinya. Minimal rapid test akan diberikan dan tes swab tenggorokan. Akan kami lakukan dalam waktu dekat. Kami juga akan mempelajari riwayat penyakit yang bersangkutan,” papar dia.

Bupati mengimbau warga tetap patuh pada anjuran pemerintah untuk membatasi aktivitas di luar rumah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabupaten karanganyar gowa Virus Corona covid-19

Sumber : Solopos.com

Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top