Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produksi Masker N95, Pentagon Alokasikan US$133 Juta

Covid-19 telah menginfeksi 1,77 juta orang di dunia. Sebanyak 108.862 orang di antaranya meninggal dunia, sedangkan 404.236 dinyatakan sembuh.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 12 April 2020  |  12:07 WIB
Komplek Pentagon di Washington, AS, tampak dari atas pesawat Air Force One, 29 Maret 2018. - REUTERS/Yuri Gripas / RC125AF3E6D0
Komplek Pentagon di Washington, AS, tampak dari atas pesawat Air Force One, 29 Maret 2018. - REUTERS/Yuri Gripas / RC125AF3E6D0

Bisnis.com, JAKARTA — Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengalokasikan US$133 juta untuk memproduksi masker N95 untuk para tenaga medis. Realokasi anggaran ini dilakukan sebagai respons pengendalian penyebaran pandemi virus corona di negara tersebut.

Realokasi anggaran tersebut diatur dengan Undang-Undang Produksi Pertahanan. Pengiriman akan dilakukan dalam 90 hari.

"Peningkatan produksi akan memastikan Pemerintah AS mendapatkan kapasitas industri jangka panjang yang berdedikasi," kata juru bicara Departemen Pertahanan Amerika Serikat Letnan Kolonel Michael Andrews di Pentagon seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu (12/4/2020).

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pemerintah akan menggelontorkan US$2 triliun sebagai stimulus untuk memberantas penyebaran virus corona (Covid-19) dan juga menekan dampak sosial ekonomi.

Paket stimulus ini merupakan yang terbesar yang pernah disahkan oleh kongres. Stimulus mencakup dana US$500 miliar untuk membantu industri yang terdampak dan bantuan tunai langsung untuk jutaan keluarga masing-masing mencapai hingga US$3.000 per keluarga.

Pasien Covid-19 yang meninggal di AS menjadi yang terbanyak di dunia. Menurut data yang dikumpulkan John Hopkins University, kematian pasien Covid-19 di AS mencapai 20.604 orang, per Minggu (12/4/2020) pukul 10.30 WIB.

Italia, yang sebelumnya mencatat angka kematian tertinggi, pada periode yang sama, melaporkan 19.468 orang.

Angka kematian di AS naik dalam beberapa waktu terakhir karena lebih banyak negara bagian melaporkan data. Bloomberg pada Minggu (12/4/2020) menyebutkan bahwa angka kematian tersebut menjadi bukti kegagalan pemerintah melakukan tes massal dan mengimplementasikan jarak sosial masyarakat.

Sejumlah wilayah di AS belum melaksanakan karantina. Hal ini menciptakan peluang untuk penyebaran yang lebih luas di tempat-tempat yang belum menjadi titik panas seperti di New York dan Detroit.

Sementara itu secara global, Covid-19 telah menginfeksi 1,77 juta orang. Sebanyak 108.862 orang di antaranya meninggal dunia, sedangkan 404.236 dinyatakan sembuh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pentagon Virus Corona
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top