Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rusia Bakal Terapkan Lockdown, Moskow Jadi Lokasi Awal

Dengan populasi sebesar 12,7 juta orang, total kasus Covid-19 mencapai 1.014 orang pada Minggu (29/3/2020) atau sekitar dua per tiga dari total kasus di negara terbesar di dunia tersebut.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  19:37 WIB
Seorang penumpang mengenakan masker ketika menaiki kereta bawah tanah di Moskow, Rusia, Kamis (26/3/2020). - Bloomberg/Andrey Rudakov
Seorang penumpang mengenakan masker ketika menaiki kereta bawah tanah di Moskow, Rusia, Kamis (26/3/2020). - Bloomberg/Andrey Rudakov

Bisnis.com JAKARTA - Rusia berencana menerapkan karantina atau lockdown wilayah guna menekan laju penyebaran virus corona (Covid-19). Kebijakan itu akan diterapkan pertama-tama untuk ibu kota Moskow yang mencatat dua per tiga kasus nasional.

Dikutip dari Bloomberg Senin (30/3/2020), Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin mengungkapkan bahwa kepala daerah perlu mengadopsi restriksi. Hal ini seiring dengan perintah Walikota Moskow Sergei Sobyanin.

Dengan populasi sebesar 12,7 juta orang, total kasus Covid-19 mencapai 1.014 orang pada Minggu (29/3/2020) atau sekitar dua per tiga dari total kasus di negara terbesar di dunia tersebut.

Sobyanin memperingatkan dalam sebuah pernyataan di situs web bahwa perluasan virus corona di ibu kota terbesar di Eropa itu telah memasuki fase baru.

Dia mengatakan bahwa pihak berwenang akan segera menyusun aturan perizinan khusus bagi masyarakat yang hendak melakukan kegiatan di luar rumah melalui sistem pintar sebagai alat pemantau jarak jauh.

Mereka yang mau keluar rumah hanya boleh melakukan beberapa hal seperti pergi ke tempat makan, apotek, membuang sampah, atau mengajak hewan peliharaannya berjalan hanya sekitar 100 meter dari tempat tinggalnya.

Perwakilan WHO di Rusia mengeluhkan bahwa masyarakat Moskow masih banyak yang mengabaikan instruksi pihak berwenang untuk tinggal di rumah dan menjaga social distancing.

Nikolai Malyshev, seorang spesialis penyakit menular terkemuka di Kementerian Kesehatan Rusia memperingatkan bahwa Rusia sedang menghadapi ancaman ledakan kasus virus corona layaknya reaksi nuklir. “Dalam waktu dekat, sejumlah besar orang akan jatuh sakit dan membutuhkan perawatan medis," katanya.

Pada 25 Maret 2020, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan bahwa pekan ini menjadi pekan tanpa kerja. Namun, belum ada langkah-langkah krusial yang bakal diambil seperti pembatasan pergerakan.

Pemerintah menghentikan semua penerbangan internasional pada hari Jumat dan Mishustin meminta daerah untuk menutup sebagian besar kegiatan bisnis. Pemerintah menutup semua perbatasan darat Rusia yang berlaku Senin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internasional rusia Virus Corona
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top